INDOZONE.ID - Tahukah kamu bahwa Studio Alam Gamplong yang dulunya merupakan tempat syuting film Bumi Manusia, kini menjadi salah satu objek wisata terkenal yang ada di Sleman?
Studio Alam Gamplong dibangun dan diresmikan pada tahun 2016. Lokasi ini digunakan untuk syuting Iqbaal Ramadhan sebagai Minke dan Mawar Eva sebagai Annelies, dalam film Bumi Manusia.
Film tersebut merupakan adaptasi dari novel terkemuka yang menyindir ketiga masa kolonial Belanda oleh Pramoedya Ananta Toer.
Pada mulanya sebelum studio ini didirikan, di Desa Gamplong, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman terdapat wisata kerajinan.
Kemudian datanglah Hanung Bramantyo ke tempat tersebut untuk berkunjung. Dia berkeliling dengan rasa penasaran di sekitar area wisata kerajinan dan menemukan satu titik lokasi yang dinilainya sangat strategis.
Hanung Bramantyo melirik sebuah lahan yang tak lebih dari tanah lapang dan perkebunan singkong.
Dengan sudut pandang yang menilai lokasi tersebut strategis, maka dia memiliki tekad untuk mengubah lahan tersebut menjadi lokasi shooting film yang disutradarainya.
Dari titik inilah, kemudian Studio Alam Gamplong dibangun dan menjadi saksi lahirnya berbagai film Indonesia yang berkualitas.
Baca Juga: Mengintip Keunikan Trem Vintage di Studio Alam Gamplong: Perjalanan ke Batavia Tempo Dulu
Tentunya, Hanung tidak bekerja sendiri, dukungan ramai dari warga sekitar Gamplong turut berperan besar dalam mengembangkan wisata studio ini agar semakin maju.
Bangunan Studio Alam Gamplong bukan hanya didirikan semata-mata sebagai lokasi syuting film. Namun, kehadiran para artis dan proses produksi film yang berlangsung di wisata ini dapat menarik perhatian publik.
Seiring waktu berjalan, jumlah pengunjung semakin meningkat. Mereka tak hanya sekadar melihat saja, tetapi juga ingin berfoto bersama para aktor terkenal. Popularitas tempat ini pun melejit setelah berbagai unggahan di media sosial membuat tempat ini viral.
Antusiasme yang terus meningkat, akhirnya mendorong Studio Alam Gamplong dibuka sebagai destinasi wisata edukasi.
Kini, pengunjung tidak hanya bisa menikmati suasana khas lokasi syuting, tetapi juga menyaksikan langsung proses pembuatan film, sehingga menjadikannya pengalaman unik dan berkesan.
Di tengah berlangsungnya syuting, Studio Alam Gamplong tetap dapat diakses oleh publik. Sutradara Hanung mengizinkan pengunjung menyaksikan langsung bagaimana sebuah film dibuat, agar memberikan pengalaman unik yang jarang ditemukan di tempat lain.
Namun, ada aturan yang harus dipatuhi yaitu dilarang merekam atau mengambil foto saat scene sedang berlangsung.
Hal ini bertujuan untuk menghindari spoiler agar alur cerita tetap terjaga dan kejutan dalam film tidak bocor sebelum resmi dirilis, sehingga pengalaman menonton tetap seru dan penuh kejutan bagi para penonton bioskop.
Studio Alam Gamplong dipilih sebagai lokasi syuting karena letaknya yang tersembunyi di dalam pedesaan, jauh dari hiruk-pikuk jalan raya.
Suasana yang tenang dan alami menjadikannya tempat yang ideal untuk proses shooting tanpa gangguan kebisingan.
Selain itu, area yang luas memberikan fleksibilitas bagi kru produksi untuk membangun set film yang bisa dibongkar pasang sesuai kebutuhan.
Dengan dikelilingi oleh hamparan sawah dan perkampungan khas Jawa, Studio Alam Gamplong menghadirkan nuansa yang autentik serta nyaman bagi para pengunjung maupun tim produksi film.
Film pertama yang menjalani proses syuting di Studio Alam Gamplong adalah Sultan Agung.
Sultan Agung merupakan sebuah film sejarah yang mengangkat kisah perjuangan raja Mataram melawan VOC.
Kesuksesan film ini membuka jalan bagi produksi film-film lain, salah satunya Bumi Manusia yang diadaptasi dari novel legendaris karya Pramoedya Ananta Toer.
Film Bumi Manusia semakin menyita perhatian publik karena diperankan oleh Iqbaal Ramadhan sebagai Minke dan Mawar Eva sebagai Annelies.
Iqbaal, yang sebelumnya dikenal lewat perannya di film Dilan 1990 memiliki fanbase yang sangat besar, terutama di kalangan gen z. Begitu pula dengan Mawar Eva yang pesonanya semakin bersinar di dunia perfilman Indonesia.
Kehadiran dua aktor muda ini membuat film Bumi Manusia semakin dinanti dan mencuri perhatian banyak orang, termasuk para fans yang ingin melihat idola mereka dalam peran yang berbeda.
Lokasi syuting yang digunakan dua aktor muda di Studio Alam Gamplong memiliki daya tarik berbeda. Keunikan utama dari studio ini adalah bangunan-bangunannya yang tidak permanen.
Setiap struktur di Studio Gamplong didesain agar dapat diubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan produksi film.
Dengan konsep yang fleksibel ini, Studio Alam Gamplong mampu menghadirkan latar yang autentik untuk berbagai film, mulai dari era kerajaan hingga kolonial.
Hal ini memberikan pengalaman sinematik yang lebih imersif, tidak hanya bagi para kru dan aktor, tetapi juga bagi pengunjung yang datang untuk melihat langsung lokasi syuting film-film besar.
Seiring berjalannya waktu, daya tarik Studio Alam Gamplong semakin meningkat. Tak hanya menjadi tempat produksi film, studio ini juga menarik perhatian wisatawan yang penasaran ingin merasakan langsung atmosfer lokasi syuting.
Banyak pengunjung terutama publik yang melek dengan sesuatu yang viral, mereka datang untuk berfoto di sudut-sudut ikonik yang pernah menjadi latar film-film terkenal.
Hal ini tentu menjadikannya salah satu destinasi wisata yang unik di Sleman, Yogyakarta.
Perkembangan Studio Alam Gamplong dari masa ke masa hingga menjadi tempat wisata favorit seperti sekarang berlangsung dengan laju yang pesat.
Meskipun perubahan terjadi secara bertahap dalam rentang waktu beberapa tahun terakhir, banyak peningkatan yang membuat wisata ini semakin menarik dan membuat pengunjung betah.
Salah satu perubahan paling mencolok adalah akses jalannya. Dahulu area di sekitar rel kereta trem masih berupa jalan tanah yang tidak beraspal, sehingga ketika hujan turun jalannya menjadi becek dan sulit dilalui.
Namun, seiring lonjakan jumlah pengunjung dan kebutuhan fasilitas yang lebih baik, jalanan tersebut kini telah diaspal, membuat akses menuju lokasi lebih nyaman.
Selain itu, akses masuk ke Studio Alam Gamplong juga direnovasi besar-besaran.
Jika dulu hanya berupa jalur tanah yang rawan becek dan sulit dilalui, kini akses tersebut telah diperbaiki dengan pemasangan konblok serta lapisan cor yang kokoh.
Perbaikan ini memastikan pengunjung dapat berjalan dengan nyaman tanpa khawatir tergelincir saat hujan.
Baca Juga: Keren! Studio Alam Gamplong di Sleman Yogyakarta, Tempat Healing yang Instagramable
Perubahan ini tak hanya menghadirkan kenyamanan lebih bagi pengunjung, tetapi juga menjadikan Studio Alam Gamplong semakin tertata sebagai destinasi wisata yang kaya akan nilai edukasi dan sejarah.
Dalam upaya meningkatkan kenyamanan pengunjung, salah satu rencana ke depan adalah menambahkan kanopi di area parkir.
Kanopi ini akan melindungi kendaraan pengunjung dari paparan panas langsung.
Dengan adanya kanopi, motor dan mobil yang diparkir akan lebih terlindungi, sehingga wisatawan merasa lebih nyaman saat kembali ke kendaraan mereka, terutama di siang hari ketika suhu cukup terik.
Tak hanya itu, pengelola juga merancang berbagai peningkatan fasilitas lainnya, seperti memperluas area parkir agar mampu menampung lebih banyak kendaraan.
Mereka juga menambahkan tempat duduk dan area tunggu yang lebih nyaman bagi pengunjung.
Langkah ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman wisatawan saat menjelajahi Studio Alam Gamplong, sehingga tak hanya terpukau oleh keunikan lokasi syuting, tetapi juga merasa lebih dimanjakan dengan fasilitas yang semakin memadai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung