INDOZONE.ID - Kebumen, sebuah kabupaten di Jawa Tengah, memiliki salah satu ikon alam yang penuh daya tarik, yaitu Sungai Luk Ulo.
Selain keindahannya, sungai ini juga dikenal sebagai "surga batu akik" karena menjadi tempat ditemukannya berbagai jenis batu akik berkualitas tinggi.
Sungai ini mengalir dari utara ke selatan, melintasi dua kabupaten yaitu Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo sepanjang kurang lebih 68,5 Km dan bermuara di Samudera Hindia.
Simak fakta keunikan sungai Luk Ulo di Kebumen, Berikut ini selengkapnya:
Fakta Keunikan Sungai Luk Ulo
1. Surga Batu Akik
Sungai Luk Ulo adalah salah satu lokasi penghasil batu akik terbaik di Indonesia. Batu akik dari sungai ini terkenal karena kualitasnya yang tinggi dan variasi warna serta pola yang indah.
Sungai ini menjadi surga bagi pencinta batu akik. Anda bisa mencoba mencari batu langsung di sekitar sungai atau membeli dari pengrajin lokal.
Baca Juga: Menjelajah Pesona Hiddem Gem Kali Cokel di Pacitan, Berswa foto Berlatar Sungai yang Indah
2. Banyak Buaya
Sungai Luk Ulo juga terkenal sebagai habitat buaya liar. Keberadaan buaya ini sering menjadi perhatian masyarakat setempat.
Meski dianggap berbahaya, buaya di Sungai Luk Ulo memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem. Masyarakat setempat diharapkan berhati-hati saat berada di sekitar sungai.
3. Tempat Batuan Tua
Sungai Luk Ulo mengalir melewati kawasan Karangsambung, yang merupakan sebuah kawasan dengan batuan berumur tua.
Di salah satu anak Sungai Luk Ulo, yaitu Sungai Loning, ditemukan batuan metamorf yang disebut-sebut sebagai salah satu yang tertua di Pulau Jawa.
Menurut Husni Ansori, peneliti geologi dari LIPI, usia batuan tersebut diperkirakan mencapai 117 hingga 120 juta tahun.
Baca Juga: Nikmati Momen Santai dengan Pemandangan Sungai dan Rel Kereta di Cafe Serayu Banyumas
Namun, aktivitas penambangan batu akik yang tidak terkendali dapat merusak lingkungan dan ekosistem sungai.
Sungai Luk Ulo di Kebumen bukan hanya menjadi aliran sungai biasa, tetapi juga merupakan bagian penting dari sejarah, budaya, dan kekayaan alam setempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: National Geographic Indonesia