Kamis, 28 NOVEMBER 2024 • 14:00 WIB

Menelusuri Sejarah dan Mitos Jembatan Cipamottan: Jejak Megah Kereta Api Pangandaran

Author

Sejarah dan mitos Jembatan Cipamottan di Pangandaran

INDOZONE.ID - Pangandaran menyimpan begitu banyak sejarah perkeretaapian, tak hanya terowongan kuno, Pangandaran juga menyimpan konstruksi baja megah yang membentang di atas lembah, masyarakat lokal menyebutnya Jembatan Cipamottan dengan segudang sejarah dan misteri.

Sebuah jembatan yang dibangun pada awal abad ke-20, jembatan ini menjadi bagian penting dari jalur kereta api Banjar-Cijulang yang menghubungkan kawasan pesisir selatan Jawa Barat.

Dengan panjang 310 meter dan tinggi mencapai 100 meter, Jembatan Cipamottan menawarkan pemandangan yang cukup spektakuler.

Dari atas jembatan, para penumpang kereta api dapat menikmati panorama alam yang memukau, mulai dari aliran sungai Cikacepit hingga siluet Pulau Nusakambangan.

Namun, pengalaman melintasi jembatan ini berakhir pada tahun 1982 dikarenakan berbagai alasan, termasuk minimnya jumlah penumpang dan tingginya biaya operasional.

Baca Juga: Menjelajahi Malang Skyland, Jembatan Langit dan Wahana Menarik di Malang

Terdapat hal unik dari jembatan ini, di mana sebuah mitos muncul di kalangan masyarakat. Konon, pada masa kolonial para masinis selalu bertanya kepada penumpang "apakah ada orang Cijulang di dalam kereta?" sebelum melintasi jembatan Cipamottan ini.

mitos ini berawal dari sebuah kepercayaan bahwa orang Cijulang memiliki kekuatan mistis yang dapat melindungi perjalanan kereta api, sehingga aman dan lancar.

Meskipun mitos ini terdengar menarik, namun perlu diketahui bahwa mitos ini tidak memiliki dasar ilmiah. Mitos ini hanya cerminan dari kepercayaan masyarakat setempat terhadap kekuatan alam dan keberadaan makhluk halus.

Sejarah dan mitos Jembatan Cipamottan di Pangandaran

Selain mitos yang beredar, jembatan Cipamottan juga menyimpan nilai sejarah yang tinggi. Konstruksi jembatan ini merupakan hasil karya para insinyur terbaik dari biro konstruksi JH. Janseen dan dikepalai oleh I. Wouters, yang ditugaskan langsung oleh Staatsspoorwegen (SS).

Baca Juga: Berani Uji Nyali naik di atas jembatan kaca terpanjang di Asia Tenggara?

Penggunaan material baja berwarna perak dan beton yang berkualitas tinggi, menjadikan jembatan ini sangat kokoh dan tahan lama. Dan kontruksi ini menghabiskan mounting besi sebesar 1.643 ton.

Namun, setelah tidak aktif selama puluhan tahun, jembatan ini mulai mengalami kerusakan akibat vandalism dan faktor alam. Beberapa bagian jembatan hilang dan rusak.

Meskipun demikian, potensi wisata dari jembatan ini masih sangat besar karena pesona alamnya yang memukau.

Beberapa pihak berharap adanya reaktivasi jalur kereta api ini, selain memberikan manfaat bagi sektor pariwisata, tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

 


Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: X/@KAI121

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU