Selasa, 07 JULI 2026 • 17:35 WIB

Nuca Molas, Pulau Cantik di Flores yang Disebut Jurassic Park Versi Indonesia

Author

Nuca Molas, Pulau "Jurassic Park" di Flores, NTT (Indozone/Gea)

INDOZONE.ID - Selain Wae Rebo, ada permata tersembunyi lain yang tak kalah mempesona di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Yaitu, Nuca Molas atau lebih dikenal dengan pulau Mules. Lanskapnya dipenuhi dengan perbukitan hijau dan padang rumput luas.

Dalam bahasa Manggarai, "Nuca" berarti pulau dan "Molas" berarti cantik, sehingga Nuca Molas secara harfiah berarti "Pulau Cantik".

Baca juga: Festival Bale Nagi di Larantuka, Momen Anak Flores Mengikat Persaudaraan Lebih Kuat

Pulau ini terletak di perairan Laut Sawu, tepat di selatan Pulau Flores, dan merupakan satu-satunya pulau yang dimiliki Kabupaten Manggarai.

Dari kejauhan, siluet pulau ini bahkan menyerupai sosok yang sedang berbaring, menambah kesan magis saat pertama kali dipandang dari pesisir.

Begitu menginjakkan kaki di sana, pengunjung akan disambut padang rumput luas, sapi dan kambing yang berkeliaran bebas, serta pantai berpasir putih dengan air sejernih kristal.

Pulau ini juga menjadi habitat satwa langka, termasuk rusa liar (termasuk rusa putih yang dianggap keramat oleh warga setempat), burung Maleo, penyu yang kerap bertelur di pantainya, hingga burung migran yang singgah setiap tahun.

Perairan di sekitarnya menyimpan gugusan terumbu karang sehat, anemon, dan aneka ikan tropis, surga kecil bagi pecinta snorkeling dan diving.

Daya Tarik Utama

Daya tarik utama Nuca Molas adalah trekking menuju puncak bukit, salah satunya Bukit Bendera, yang menyuguhkan panorama 360 derajat garis pantai selatan Flores.

Ada pula mercusuar ikonik yang bisa didaki untuk menikmati gradasi warna laut biru toska berpadu pasir putih. Karena jarang dikunjungi turis, banyak yang merasa seperti memiliki pulau pribadi saat berkunjung ke sini. 

Terdapat tiga desa kecil di dalam pulau, tempat pengunjung bisa menyaksikan langsung keseharian penduduk yang mayoritas berprofesi nelayan dan peternak.

Menariknya, mayoritas warga di sini beragama Islam, berbeda dari penduduk Flores pada umumnya yang mayoritas Katolik.

Perjalanan menuju Nuca Molas cukup menantang namun sepadan. Dari Labuan Bajo, wisatawan menempuh perjalanan darat sekitar 4-5 jam menuju Ruteng, dilanjutkan 2-3 jam lagi menuju pesisir Dintor.

Dari dermaga Dintor, perjalanan dilanjutkan menyeberang laut menggunakan perahu kecil atau speedboat selama 15-45 menit. Tiket masuk berkisar Rp50.000 untuk wisatawan domestik dan Rp75.000 untuk wisatawan mancanegara.

Musim kemarau, sekitar April hingga Oktober, menjadi periode terbaik untuk berkunjung, karena cuaca lebih bersahabat untuk trekking maupun menyeberang laut.

Baca juga: Waktu Terbaik Berkunjung ke Goa Rangko: Tempat Wisata Hidden Gem di Flores!

Perlu diingat, fasilitas di pulau ini masih sangat terbatas, belum ada hotel mewah, ATM, maupun restoran, sehingga kebutuhan logistik sebaiknya disiapkan dari daratan.

Bagi pencinta slow travel dan ekowisata, Nuca Molas menawarkan pengalaman autentik yang jauh dari keramaian destinasi mainstream Flores. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Traveloka, Kemenpar

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU