INDOZONE.ID - Salah satu ikon Jawa Timur (Jatim) yang terkenal hingga seluruh Indonesia, adalah Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura). Jembatan ini menghubungkan Surabaya di Pulau Jawa dengan Bangkalan yang ada di Pulau Madura.
Selain sebagai penghubung yang meningkatkan konektivitas warga, jembatan megah ini juga diharapkan bisa menjadi katalis pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Selain itu, ada fakta-fakta menarik dari Jembatan Suramadu, mulai dari rekor hingga proses pembangunannya. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!
Baca juga: Pantai Goa Petapa: Dulunya Tempat Bertapa, Kini Jadi Wisata View-nya Jembatan Suramadu
Sederet Fakta Jembatan Suramadu
1. Jembatan Terpanjang di Indonesia
Jembatan Suramadu merupakan jembatan terpanjang di Indonesia. Bagaimana tidak, jembatan megah ini memiliki panjang 5.438 m.
Untuk membangun jembatan sepanjang ini, proses pembuatannya dilakukan bertahan dari tiga sisi, yakni dari Bangkalan, Surabaya, dan bagian tengah yang terdiri dari bridge dan approach bridge.
2. Ide Pembangunan Tercetus oleh Prof. Dr. Sedyatmo
Bicara soal Jembatan Suramadu, ternyata ide pembangunannya sudah lahir dari 1960-an. Prof. Dr. Sedyatmo adalah sosok yang pertama kali mencetuskan ide tersebut.
Kamu harus tahu, Sedyatmo adalah insinyur terkemuka yang dikenal luas karena ide briliannya, yaitu fondasi ceker ayam.
Sayangnya, ide Sedyatmo urung direalisasikan karena dirinya lebih dulu meninggal dunia pada 1984.
3. Rencana Pembangunan Sejak Era Soeharto
Lalu, rencana pembangunan Jembatan Suramadu muncul pada era Presiden Soeharto. Presiden Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden RI Nomor 55 Tahun 1990 tentang Pembangunan Jembatan Surabaya-Madura pada 14 Desember 1990.
Namun, realisasi proyek besar ini tertunda karena Presiden Soeharto lengser lebih dulu pada 1998 saat krisis moneter melanda Indonesia.
4. Pembangunan Jembatan Suramadu Dimulai di Era Presiden Megawati Soekarnoputri
Setelah sempat tertunda, proses pembangunan Jembatan Suramadu terealisasikan pada 20 Agustus 2003 di era kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri.
Namun, pembangunan jembatan megah ini sempat terkendala anggaran. Untungnya, proses pembangunan bisa tetap berlanjut hingga selesai.
5. Presiden SBY Meresmikan dan Membuka Jembatan Suramadu
Proses pembangunan Jembatan Suramadu baru rampung pada era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada 10 Juni 2009, Presiden SBY meresmikan dan membuka Jembatan Suramadu.
Baca juga: Naik Kapal Gratis, Bisa Ngopi dan Melepas Rindu Viewnya Jembatan Suramadu
6. Jembatan Suramadu dari Tol hingga Jadi Jalan Umum
Jembatan Suramadu awalnya beroperasi dengan status Tol. Tarif untuk melalui Jembatan Suramadu mulai dari Rp30.000 untuk kendaraan golongan I (sedan).
Namun, tarif Tol Jembatan Suramadu dikurangi 50 persen. Lalu, pada 2018 saat Indonesia dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jembatan Suramadu berubah jadi jalan umum tanpa Tol.
Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 98 Tahun 2018 tentang Jembatan Surabaya - Madura, yang keluar pada 26 Oktober 2018.
Nah, itulah sederet fakta Jembatan Suramadu si ikon Jatim. Bagi warga Jatim, terutama di Surabaya dan Bangkalan, Jembatan Suramadu telah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara, Unair, Setkab