INDOZONE.ID - Lonjakan kendaraan saat arus mudik dan arus balik Lebaran sering memicu kemacetan di jalan tol.
Untuk mengatasinya, pemerintah dan kepolisian kerap menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way atau satu arah, terutama di jalur padat seperti Tol Trans Jawa.
Sistem one way membuat seluruh jalur tol digunakan untuk satu arah perjalanan dalam waktu tertentu agar arus kendaraan lebih lancar dan kemacetan berkurang selama arus mudik Lebaran.
Meski sering diterapkan, masih banyak masyarakat yang belum memahami arti one way serta perbedaannya dengan contraflow.
Baca juga: 7 Rekomendasi Tempat Wisata di Jogja Dekat Malioboro yang Bisa Kamu Kunjungi saat Libur Lebaran
One Way Artinya Apa dalam Lalu Lintas?
Dalam konteks lalu lintas, one way berarti sistem pengaturan jalan yang hanya memperbolehkan kendaraan melaju dalam satu arah tertentu pada jalur yang biasanya digunakan dua arah.
Saat arus mudik Lebaran, seluruh jalur tol bisa dialihkan hanya untuk kendaraan yang menuju daerah tujuan mudik (arah timur). Sebaliknya saat arus balik, jalur tersebut digunakan penuh untuk kendaraan yang kembali ke kota asal.
Sistem ini biasanya diterapkan secara situasional berdasarkan kondisi kepadatan kendaraan dan keputusan kepolisian.
Tujuan Penerapan One Way Saat Mudik
Penerapan sistem one way saat mudik bukan tanpa alasan. Kebijakan ini diterapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang biasanya meningkat drastis menjelang hari raya.
Lonjakan volume kendaraan membuat kapasitas jalan tol menjadi terbatas, sehingga sistem satu arah digunakan untuk memperlancar arus lalu lintas.
Dengan seluruh jalur difokuskan pada satu arah perjalanan, kemacetan parah dapat dikurangi karena kendaraan tidak lagi berbagi ruang dengan arus berlawanan seperti situasi semula.
Selain itu, sistem one way juga bertujuan mempercepat waktu tempuh perjalanan para pemudik. Ketika semua lajur digunakan untuk satu arah, pergerakan kendaraan menjadi lebih lancar dan hambatan di jalan dapat diminimalkan.
Penerapan kebijakan ini juga berperan dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan, karena kemacetan ekstrem sering kali berisiko memicu kecelakaan maupun penumpukan kendaraan.
Di sisi lain, penggunaan seluruh jalur secara satu arah memungkinkan kapasitas jalan tol dapat dimanfaatkan secara lebih optimal, terutama saat arus kendaraan didominasi oleh perjalanan menuju satu tujuan tertentu, seperti saat warga berbondong-bondong pulang ke kampung halaman.
Perbedaan One Way dan Contraflow
Ilustrasi contoh penerapan Contraflow (kiri) dan One Way (kanan). (AI/Gemini)
Contraflow (Lawan Arus)
- Hanya sebagian lajur dari arah berlawanan yang dipakai sementara.
- Arus dua arah masih tetap ada.
- Biasanya menggunakan pembatas seperti cone.
- Risiko kecelakaan lebih tinggi karena kendaraan berbagi jalur.
One Way (Satu Arah)
- Semua jalur tol digunakan untuk satu arah.
- Kendaraan dari arah sebaliknya dialihkan.
- Biasanya diterapkan saat volume kendaraan sangat tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan