Selasa, 27 JANUARI 2026 • 20:10 WIB

Bosan Klappertaart? Ini 6 Oleh-Oleh Manado Anti-Mainstream yang Wajib Masuk Koper!

Author

Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara. (en.wikipedia.org)

INDOZONE.ID - Manado memang juara kalau bicara soal sambal roa atau klappertaart. Tapi, kalau setiap pulang dari "Kota Tinutuan" Anda hanya membawa dua barang itu, rasanya ada yang kurang. 

Di tahun 2026 ini, tren oleh-oleh mulai bergeser ke produk-produk yang lebih spesifik, punya nilai cerita, dan tentu saja yang anti-mainstream.

Berikut adalah kurasi oleh-oleh khas Manado yang unik dan bakal bikin teman atau keluarga Anda terkesan karena belum pernah mencobanya:

Baca juga: 4 Toko Oleh-Oleh Khas Jakarta: Cari Apa yang Kamu Mau di Sini!

1. Sambal Bakasang

Sambal Bakasang menjadi salah satu rekomendasi oleh-oleh khas Manado yang anti-mainstream. (Freepik)

Kalau Sambal Roa sudah terlalu umum, cobalah Bakasang. Ini adalah sambal hasil fermentasi perut ikan yang biasanya ikan cakalang atau tuna.

Sambal Bakasang memiliki aroma dan rasa "bold" yang unik, mirip terasi tapi dengan tekstur yang lebih cair dan rasa laut yang lebih kuat. Tidak semua turis berani mencoba ini, tapi bagi penikmat kuliner sejati, bakasang adalah soul food asli Minahasa yang sangat otentik.

2. Kopi Pinogu

Kopi Pinogu menjadi salah satu rekomendasi oleh-oleh khas Manado yang anti-mainstream. (Dok. Istimewa)

Berasal dari kawasan hutan lindung di perbatasan Sulawesi Utara dan Gorontalo, kopi ini mulai naik daun sebagai komoditas premium di Manado.

Kopi ini adalah campuran robusta dan liberika yang ditanam tanpa pupuk kimia (organik). Konon, ini adalah kopi favorit para pejabat Belanda di masa kolonial.

Baca juga: Bosan Tempe Mendoan? Coba 6 Oleh-Oleh Purwokerto Anti-Mainstream yang Unik Ini!

3. Kain Bentenan

Kain Bentenan bisa menjadi rekomendasi oleh-oleh khas Manado yang anti-mainstream. (Dok. Istimewa)

Lupakan sejenak kaos distro bertema Manado. Kain Bentenan adalah kain tenun tradisional khas Minahasa yang sempat hilang dan kini diproduksi kembali.

Kain Bantenan memiliki motif garis-garis dan geometris yang rumit dengan warna-warna alam yang elegan. Selain cantik sebagai bahan pakaian, membawa kain ini berarti Anda membawa sepotong sejarah Minahasa yang hampir punah.

4. Pala Manis Siau

Manado, khususnya Kepulauan Siau, adalah salah satu penghasil pala terbaik dunia. Olahan palanya bukan sekadar manisan biasa.

Pala Manis Siau memiliki tekstur renyah di luar tapi juicy di dalam, dengan salut gula yang tipis. Rasa pedas hangat khas pala tetap terasa kuat.

5. Kue Kolombeng

Kue Kolombeng bisa menjadi salah satu rekomendasi oleh-oleh khas Manado yang anti-mainstream. (Dok. Istimewa)

Kue ini adalah camilan legendaris yang mulai langka di supermarket besar, tapi masih bisa ditemukan di pasar tradisional atau toko roti jadul di Manado.

Teksturnya mirip bolu tapi lebih kering dan padat. Biasanya dipanggang menggunakan cetakan tradisional di atas arang.

6. Abon Cakalang Fufu

Abon Cakalang Fufu bisa menjadi rekomendasi oleh-oleh khas Manado yang anti-mainstream. (Dok. Istimewa)

Jika Cakalang Fufu utuh terlalu merepotkan untuk dibawa karena baunya yang menyengat di pesawat, carilah versi Abon Cakalang Fufu.

Berbeda dengan abon sapi yang manis, abon ini memiliki aroma asap (smoky) yang kuat dari proses pengasapan ikan cakalang. Rasanya gurih-pedas dan teksturnya lebih kasar (berserat), sangat nikmat ditaburkan di atas nasi panas.

Membawa oleh-oleh bukan soal harga, tapi soal kesan unik yang tertinggal. Dengan memilih Sambal Bakasang atau Kain Bentenan, Anda tidak hanya membawa pulang barang, tapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Minahasa yang lebih dalam kepada orang-orang tersayang. 

Jadi, sudah siap belanja lebih dari sekadar sambal roa?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU