Jumat, 05 DESEMBER 2025 • 14:11 WIB

5 Tempat Rekreasi Keluarga Ikonik Ini Dulu Selalu Ramai, tapi Sekarang Hanya Tinggal Kenangan

Author

agi generasi 80-an dan 90-an, beberapa tempat rekreasi keluarga ini merupakan surga liburan untuk menghabiskan waktu di akhir pekan. (Dok. Istimewa)

INDOZONE.ID - Bagi generasi 80-an dan 90-an, beberapa tempat rekreasi keluarga ini merupakan surga liburan untuk menghabiskan waktu di akhir pekan.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu dan munculnya destinasi modern, tempat-tempat legendaris ini terpaksa tutup. Mereka meninggalkan kita dengan kenangan akan tawa dan keceriaan masa lalu.

Berikut adalah lima tempat rekreasi keluarga di Indonesia yang dulu ramai, kini telah menjadi kenangan.

Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Pizza Jagung yang Bikin Laris Manis

1. Taman Rekreasi Ria Rio (Jakarta Timur)

Ria Rio, yang terletak di kawasan Pramuka, Jakarta Timur, pernah menjadi salah satu taman hiburan air dan rekreasi keluarga terpopuler di Jakarta pada era 80-an.

Ria Rio terkenal dengan kolam renang yang luas dan wahana perahu kano di atas danau buatan. Tempat ini menjadi pilihan utama sekolah-sekolah untuk acara perpisahan dan outing keluarga karena harga tiketnya yang terjangkau.

Akan tetapi, popularitas Ria Rio mulai meredup setelah munculnya taman rekreasi air yang lebih modern. Akhirnya, Ria Rio ditutup total, kawasan ini kini telah beralih fungsi menjadi area komersial dan pemukiman.

2. Wonderia (Semarang, Jawa Tengah)

Wonderia adalah taman hiburan legendaris di Semarang yang beroperasi selama kurang lebih dua dekade dan menjadi tempat wisata wajib bagi warga Jawa Tengah.

Dibuka tahun 2007 (menggantikan Taman Hiburan Rakyat lama), Wonderia menampilkan wahana modern yang cukup lengkap saat itu, seperti Roller Coaster, Kora-Kora, dan Typhoon (wahana berputar). Malam hari, lampu-lampu di Wonderia menjadi daya tarik tersendiri.

Akan tetapi permasalahan manajemen dan persaingan ketat dari destinasi wisata baru membuat Wonderia kesulitan bertahan. Resmi ditutup permanen pada tahun 2017. 

Kini, bangunannya terbengkalai, menyisakan wahana berkarat yang menjadi sasaran para pemburu foto urban exploration.

Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Pizza Tomat yang Unik, Kekinian, dan Bikin Nagih

3. Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya (Jawa Timur)

THR Surabaya adalah ikon hiburan malam dan rekreasi legendaris, terutama di era 80-an hingga awal 2000-an. THR bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga pusat seni dan budaya. 

Di dalamnya terdapat taman hiburan (Luna Park), bioskop legendaris, dan pusat kuliner. THR adalah tempat kencan, tempat keluarga, dan tempat berkumpulnya segala lapisan masyarakat Surabaya.

Perlahan, bioskop dan wahana di THR mulai tutup, tergerus oleh perkembangan mal dan bioskop modern. Meskipun sempat bertahan dengan beberapa pedagang kuliner, THR resmi ditutup permanen, mengakhiri sejarah panjangnya sebagai pusat hiburan rakyat.

4. Taman Kyai Langgeng Versi Awal (Magelang, Jawa Tengah)

Meskipun secara fisik masih ada, Taman Kyai Langgeng versi awal yang beroperasi di era 80-an dan 90-an kini telah hilang digantikan oleh konsep modern.

Tempat ini sangat ikonik dengan replika patung-patung dinosaurus dan tokoh-tokoh dongeng yang terkesan "jadul," menciptakan suasana unik yang sangat khas era tersebut. Ini adalah tempat wajib bagi anak sekolah yang ingin belajar sambil bermain.

Taman Kyai Langgeng menjalani revitalisasi besar-besaran untuk bersaing dengan taman hiburan modern. Patung-patung dan wahana klasik banyak yang dihilangkan atau diubah total, menggantikan nuansa nostalgia dengan teknologi dan desain yang lebih baru.

5. Gelanggang Samudra Ancol Versi Lama (Jakarta Utara)

Sebelum dirombak menjadi wahana yang lebih modern, Gelanggang Samudra (Ocean Dream Samudra) memiliki suasana dan atraksi yang berbeda.

Gelanggang Samudra Ancelot menjadi tempat rekreasi keluarga paling diminati karena pertunjukan lumba-lumba, singa laut, dan aneka atraksi air yang sangat populer. Arsitektur bangunannya yang khas era 90-an sangat melekat di ingatan.

Gelanggang Samudra tidak ditutup, tetapi mengalami perubahan dan modernisasi signifikan. Wahana dan pertunjukan banyak yang diperbarui untuk mengikuti standar internasional, membuat suasana lama yang penuh nostalgia pun hilang.

Tempat-tempat ini mengajarkan bahwa perubahan adalah hal yang tak terhindarkan dalam industri pariwisata. Meskipun fisik tempatnya lenyap, kenangan indah akan masa kecil yang dihabiskan di sana akan selalu menjadi harta tak ternilai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU