Jembatan Kembar Silaing luluh lantak. (Antara)
INDOZONE.ID - Lembah Anai menjadi sorotan setelah banjir bandang menerjang banyak wilayah Pulau Sumatera. Aksesnya kini terputus dan penuh lumpur.
Pesona Lembah Anai sejak lama dikenal sebagai destinasi wisata wajib saat ke Sumatera Barat. Lembah Anai berada di perbatasan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Kota Padang Panjang.
Kawasan ini menjadi jalan nasional yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Bukitinggi dan beberapa daerah lainnya di utara provinsi itu.
Pemandangannya sangat indah dan dikenal dengan nama Kelok 44, yang merupakan jalur lintas berkelok dengan panorama indah nan lengkap khas landskap tanah Minangkabau, tebing tinggi yang hijau serta aliran Sungai Batang Anai yang meliuk-liuk.
Bila masuk kawasan Lembah Anai dari wilayah Kabupaten Padang Pariaman, orang akan disambut gerbang Selamat Datang di Kabupaten Tanah Datar, kemudian disuguhi pemandangan elok Air Terjun Anai.
Selanjutnya ada Jembatan Kembar Silaiang dekat Gerbang Kota Padang Panjang. Dari sana masih ada pendakian sekitar tiga kilometer hingga akhirnya masuk ke Kota Padang Panjang.
Alur lembah hijau nan indah itu adalah Cagar Alam Lembah Anai, kawasan konservasi penting di Sumbar untuk melindungi hutan tropis dan keanekaragaman hayati yang ada di sekitarnya.
Baca juga: Pesona Air Terjun Lembah Anai Sumatera Barat, Sempat Mengamuk karena Hujan Lebat
Terlepas dari potensi dan keindahan alam di sana, Alur Sungai Batang Anai yang menjadi bagian keindahan kawasan itu juga memendam potensi bencana yang luar biasa.
Karena itu pula sementara waktu keindahan jalur itu tidak bisa dinikmati pelintas di jalur tersebut ketika galodo memutus jalur itu sejak Kamis 27 November 2025.
Dilansir ANTARA, potensi bencana di sana itu hadir dalam bentuk aslinya sebagai peristiwa yang mengerikan. Galodo atau banjir bandang menjadi fenomena yang mengancam dan terbukti menjadi fenomena yang mematikan dalam dua kejadian pada tiga tahun terakhir di kawasan itu.
Galodo yang merupakan banjir bandang di aliran Sungai Batang Anai itu telah menjadi fenomena yang mengerikan. Pemprov Sumbar memutuskan untuk menutup kawasan lembah Anai di sana dari aktifitas wisata, meski belum sepenuhnya bisa dituntaskan karena masih ada pihak-pihak yang bertahan.
Banjir bandang yang terjadi pada Kamis 27 November 2025 siang itu mengulang peristiwa traumatis warga di sana. Peristiwa itu dipicu cuaca buruk, hujan yang turun dengan intensitas tinggi sejak Sabtu 22 November 2025.
Galodo menyapu kawasan pemukiman yang dihuni puluhan kepala keluarga di kawasan Silaiang Gerbang Kota Padang Panjang. Luapan Sungai Batang Anai meratakan pemukiman bahkan material lumpur dan bebatuan menutup jalan nasional Padang - Padang Panjang - Bukitinggi sehingga jalur itu putus total.
Sungai Batang Anai yang biasa pada kondisi normal begitu bening nan jernih, berubah menjadi keruh, coklat pekat akibat material tanah, lumpur dan bercampur kerikil serta bebatuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA