Minggu, 27 JULI 2025 • 15:57 WIB

Bukit Merese: Tempat Paling Tepat Lihat Sunset Terindah di Lombok

Author

Keindahan Bukit Merese di Lombok Tengah (sumber: mylostcamel)

INDOZONE.ID - Kalau kamu sedang butuh tempat untuk rehat dari hiruk pikuk hidup, Bukit Merese di Mandalika, Lombok Tengah, bisa jadi tempat paling tepat. Bukan cuma soal pemandangan, tapi juga soal suasana yang memberi ruang untuk merasa.

Viral di Medsos, Tapi Tetap Damai

Belakangan ini, Bukit Merese ramai muncul di media sosial. Banyak yang datang untuk menikmati senja, tapi pulang dengan hati lebih ringan. Meski tak pernah sepi pengunjung, tempat ini tetap terasa tenang dan personal.

Padang rumputnya berubah tergantung musim. Saat hujan, hijau dan segar. Saat kemarau, berubah jadi savana keemasan yang eksotis. Dari atas bukit, terlihat garis pantai yang bertemu cakrawala, menciptakan siluet yang indah saat matahari terbenam.

Sunset, Angin, dan Cerita yang Tak Pernah Tersampaikan

Banyak yang datang ke Bukit Merese bukan sekadar untuk melihat panorama. Ada yang baru saja patah hati, ada yang sedang lelah menjalani hidup. Mereka duduk diam, membuka ruang untuk diri sendiri, lalu membiarkan angin membawa cerita yang tidak sempat dibagi.

Bukit ini bukan tempat yang memberikan solusi. Tapi ia menghadirkan ruang untuk menenangkan pikiran, tanpa penghakiman.

Baca juga: Pink Banget! Pantai Unik di Lombok Ini Punya Pasir Warna Rose Asli, Bukan Efek Filter

Cara Menuju Bukit Merese

Bukit Merese. (Instagram/@lombokscenery_)

Dari Bandara Internasional Lombok, waktu tempuh ke Mandalika sekitar 45 menit berkendara. Bukit Merese terletak tak jauh dari Pantai Tanjung Aan, hanya sekitar lima menit dengan kendaraan.

Dari area parkir, pengunjung harus berjalan kaki naik bukit selama 10 hingga 15 menit. Jalurnya menanjak namun cukup mudah dilalui, bahkan oleh anak-anak.

Tips: Datang sekitar pukul 16.30 WITA agar bisa mendapatkan spot terbaik untuk menyaksikan sunset. Bawa air minum dan alas duduk agar bisa menikmati suasana lebih lama.

Tempat yang Tak Perlu Alasan

Tidak seperti tempat wisata lain yang penuh dengan kutipan motivasi, Bukit Merese membiarkan pengunjung merasakan apa pun yang sedang mereka rasakan. Datang tanpa alasan, marah tanpa penjelasan, diam tanpa pertanyaan.

Banyak yang menyebutnya sebagai bukit paling tenang untuk mereka yang patah hati. Tanpa kafe estetik atau musik akustik, justru kesederhanaan dan ketenangan alam yang menjadi teman paling jujur.

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Musim kemarau dari Mei hingga September jadi waktu paling ideal. Langit cerah dan warna-warna senja terlihat lebih dramatis. Namun jika ingin suasana hijau dan segar, awal musim hujan bisa jadi pilihan.

Hindari datang saat hujan deras karena jalur pendakian bisa licin. Yang paling penting, jangan tinggalkan sampah. Biarkan Bukit Merese tetap menjadi ruang tenang untuk siapa pun yang membutuhkan.

Baca juga: Tiu Kelep, Surga Tersembunyi di Lombok yang Bikin Kamu Lupa Capek!

Tempat yang Tidak Akan Menghakimimu

Bukit Merese bukan tempat untuk menyelesaikan semua masalah. Tapi ia bisa menjadi tempat untuk menangis, diam, dan bernapas. Ia tak akan bertanya kenapa kamu datang sendirian.

Kalau suatu hari kamu merasa patah tapi tak ingin benar-benar hancur, datanglah ke Bukit Merese. Duduk, lihat matahari tenggelam, dan biarkan semesta memelukmu, walau hanya sebentar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Lombok Dispatch

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU