bukit pasir bintang di Gurun Namib. INDOZONE.ID - Gurun pesisir Namibia, yang membentang di sepanjang pantai Atlantik barat daya Afrika, memiliki keunikan yang jarang ditemukan di tempat lain. Uniknya gurun ini langsung berbatasan dengan laut.
Tak heran jika Gurun Namib menjadi salah satu situs Warisan Dunia UNESCO yang paling memukau.
Gurun Namib diyakini berusia 55 juta tahun, menjadikannya gurun tertua di dunia.
Dengan luas sekitar 81.000 km meter persegi, lanskap gurun ini mencakup bukit pasir tinggi, pegunungan tandus, dan dataran kerikil yang menyerupai permukaan Mars.
Curah hujan yang sangat minim membuatnya menjadi salah satu tempat terkering di Bumi.
Suhu di musim panas bisa turun hingga di bawah titik beku, menciptakan tantangan besar bagi kehidupan di sana.
Baca Juga: Menikmati Loy Krathong, Pesona Festival Cahaya dan Air yang Wajib Dikunjungi di Thailand
Pemandangan air yang mengalir dari Sungai Tsaucha ke cekungan datar kering.
Salah satu daya tarik utama Gurun Namib adalah lingkaran peri (fairy circles).
Lingkaran ini berupa area pasir kosong yang dikelilingi rumput, menciptakan pola yang misterius.
Banyak teori muncul, termasuk kemungkinan aktivitas makhluk asing, meskipun belum ada bukti yang mendukungnya.
Baca Juga: 2 Rekomendasi Tempat Wisata Keluarga di Australia Barat
Meskipun kondisinya sangat kering, beberapa hewan seperti burung unta, antelop, dan hewan pengerat mampu bertahan di gurun ini.
Mereka mengandalkan kabut yang menjadi sumber air utama di wilayah ini.
Hewan-hewan tersebut telah mengembangkan cara hidup dengan konsumsi air yang sangat sedikit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Time Of India