INDOZONE.ID - Bagi pelancong yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Kota Gudeg, urusan stasiun sering kali menjadi teka-teki kecil. Banyak yang bertanya-tanya, "Kok ada dua stasiun di pusat kota? Kenapa harganya beda jauh? Turun di mana kalau mau ke Malioboro?"
Memahami perbedaan antara Stasiun Yogyakarta (Tugu) dan Stasiun Lempuyangan adalah kunci agar liburan Anda di Jogja dimulai dengan mulus tanpa drama salah lokasi.
Berikut adalah panduan lengkap untuk membedah keduanya:
Baca juga: 5 Rekomendasi Pantai di Yogyakarta yang Bisa Kamu Kunjungi Bersama Keluarga Besar saat Lebaran
Stasiun Yogyakarta Tugu. (Dok. Istimewa)
Stasiun ini adalah ikon transportasi Jogja yang letaknya tepat di jantung kota. Jika Anda mencari kenyamanan ekstra, di sinilah tempatnya.
Stasiun Yogyakarta Tugu sendiri melayani kereta api jarak jauh kelas Eksekutif, Bisnis, dan Ekonomi Premium (non-subsidi).
Stasiun ini memang dikenal menjadi titik pemberangkatan utama KRL Yogyakarta-Solo, KA Bandara YIA, serta KA Lokal (Prameks).
Bagi kalian yang ingin ke Malioboro, maka stasiun ini jawabannya karena sangat dekat! Anda cukup keluar melalui Pintu Timur, dan Anda sudah langsung berada di ujung utara Jalan Malioboro. Bisa ditempuh dengan jalan kaki selama 2-3 menit saja.
Baca juga: Resep Brongkos Yogyakarta, Kuliner Legendaris Keraton yang Bisa Jadi Inspirasi Menu Lebaran
Stasiun Lempuyangan Yogyakarta. (Dok. Istimewa)
Berjarak hanya sekitar 1 kilometer di sebelah timur Stasiun Tugu, Lempuyangan adalah stasiun tersibuk bagi para backpacker dan keluarga yang mengincar efisiensi biaya.
Stasiun Lempuyangan dikhususkan untuk kereta api jarak jauh kelas Ekonomi (PSO/Subsidi). Jika Anda memesan tiket kereta api dengan harga paling terjangkau, kemungkinan besar keberangkatan atau kedatangan Anda di sini.
Stasiun Lempuayangan sendiri juga melayani pemberhentian KRL Yogyakarta-Solo, namun tidak menjadi titik awal KA Bandara YIA.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan