INDOZONE.ID - Rusia merupakan negara multietnis dengan berbagai keberagaman yang dimilikinya, mulai dari agama, suku, ras, sampai kebudayaan.
Keberagaman tersebut tentunya berdampak baik secara langsung ataupun tidak terhadap desain dan arsitektur bangunan-bangunan setempat yang mana tentunya mencerminkan ide-ide dari banyak budaya yang bernaung di dalamnya.
Jika berbicara mengenai bangunan khas rusia tentunya tak akan lepas dengan bangunan ikonik yang terdapat di jantung ibu kota negara tersebut, tidak lain ialah gereja St. Basil yang terletak di ibu kota Moskwa.
Baca Juga: Chongqing, Kota Futuristik di Tengah Pegunungan China yang Menakjubkan
Gereje Ortodoks yang berlokasi di lapangan merah ini dibangun pada abad ke-16 Masehi dengan tinggi 156 kaki, mempunyai nama Vasily (Basil) yang diberkati, berdasarkan seorang Santo Ortodoks Rusia yang dikenal karena perbuatanya dimana mencuri barang dari orang kikir kemudian membagikanya kepada orang miskin.
Gereja Katedral St. Basil ini merupakan tempat yang dianggap sakral dimana banyak kegiatan resmi keagamaan ataupun pemerintah dilakukan di komplek tersebut, bukan hanya sebagai gereja, tempat tersebut juga sekaligus berfungsi sebagai museum.
Jika kita amati lagi, arsitektur pada gereja St. Basil ini tidak seperti katedral eropa pada umumnya, akan tetapi mempunyai keunikan dimana memiliki kubah yang mirip dengan arsitektur masjid Persia. Namun, gereja St. Basil hanyalah salah satu dari sekian banyak gereja di Rusia yang memiliki arsitektur unik dengan kubah mirip masjid Persia.
Baca Juga: Hotel di Singapura Akan Ganti Rugi Biaya Hotel Jika Liburan Pengunjung Gagal karena Hujan
Gereja Kizhi di pulau Pagost, Katedral Verkhospasskiyy di kremlin moskwa hingga gereja St. Nicholas di ujung timur Vladivostok juga memiliki arsitektur yang serupa dengan kubah di atasnya.
Desain kubah yang terpasang pada arsitektur bangunan sendiri memiliki perjalanan yang cukup panjang dalam perkembangan peradaban manusia.
Persia, yang saat ini menjadi wilayah Iran dan sebagian asia tengah diyakini para ahli sejarah sebagai pelopor utama pendesainan kubah pada struktur bangunan. Banyak sumber yang mengatakan bahwa desain kubah tersebut telah ada pada tempat peribadatan masyarakat pagan, jauh sebelum kedatangan agama Kristen dan Islam.
Baca Juga: Wanita Traveling Sendiri? Simak 5 Tips Jitu Ini Agar Aman dan Berkesan
Dari Persia kemudian berubah dan diadaptasi oleh Greco-Roman, Byzantium, Islam hingga sampai lah pada arsitektur Ketsaran Rusia.
Selain itu, kubah yang ada pada setiap bangunan di dunia khususnya gereja di Rusia mempunyai arti dan fungsinya masing-masing, yang mana bisa berfungsi sebagai penanda periode, lokasi, hingga alasan dan kepada siapa tempat tersebut didedikasikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Russia Beyond