Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 10 JULI 2023 • 18:49 WIB

Diminta Bayar Rp15 Juta karena Paspor Kotor, Turis Australia Merasa Dijebak Petugas Imigrasi Bandara Bali

Diminta Bayar Rp15 Juta karena Paspor Kotor, Turis Australia Merasa Dijebak Petugas Imigrasi Bandara BaliPaspor Australia

INDOZONE.ID - Seorang turis asal Melbourne, Australia, Monique Sutherland merasa dirinya dijebak oleh petugas imigrasi di Bandara Ngurah Rai Bali setelah menyerahkan uang sebesar 1500 dolar Australia atau sekitar Rp15 juta karena alasan paspornya kotor.

Dilansir Daily Mail, liburan Sutherland ke Bali mulai terasa janggal sejak di Bandara Tullamarine Melbourne. Dia diminta menandatangani formulir biru tambahan saat check-in di konter Batik Air karena paspornya sedikit kotor.

Setibanya di Bandara Ngurah Rai Bali, petugas imigrasi membawanya ke sebuah ruang kecil untuk diinterogasi selama lebih dari satu jam.

Baca Juga: Turis Asal Perancis Ini Terkesan dengan Tradisi Grebeg Besar Peringatan Idul Adha di Solo

Saya ditanya apakah saya pergi sendirian dan apakah saya seorang traveler biasa… Saya dibawa ke ruang interogasi kecil,” ungkap Sutherland.

Para petugas masuk dan keluar, bertanya kepada saya selama lebih dari satu jam,” lanjut dia.

Di ruangan itu, Sutherland merasa ketakutan karena melihat para petugas imigrasi tertawa dan berbicara dalam bahasa Indonesia. Seorang petugas mengatakan kepadanya bahwa dia terancam dideportasi karena paspornya rusak.

Petugas memberikan solusi agar dia tetap melanjutkan liburannya di Bali, yaitu dengan menyerahkan uang sebesar 1500 dolar Australia atau setara Rp15 juta.

Baca Juga: Pesona Grafiti di Valencia, Spanyol yang Jadi Area Instagramable Favorit Para Turis Dunia

Diminta Bayar Rp15 Juta karena Paspor Kotor, Turis Australia Merasa Dijebak Petugas Imigrasi Bandara BaliPaspor Monique Sutherland yang kotor

Dia menolak membayar uang tersebut karena paspornya bermasalah di negaranya dan bisa digunakan untuk berpegian. Tak lama kemudian, paspornya diterima dan dicap untuk visa oleh petugas.

Namun paspor saya benar-benar diterima dan sudah dicap untuk masuk visa dan baru setelah saya menyerahkan formulir biru yang saya ambil,” kata dia.

Lalu, petugas imigrasi beralih ke ibunya dengan mengatakan bahwa mereka tidak akan mengembalikan paspor kalau tidak membayar uang tersebut. Dengan ancaman itu, mereka pun membayar sejumlah uang yang diminta.

Baca Juga: Cantiknya Pantai Batu Bao, Keindahan Alam yang Masih Alami Belum Terjamah Turis

Mereka mendekati ibu saya yang ketakutan dan meyakinkan untuk membayar. Mereka juga mengatakan kalau tidak membayar, paspor saya tidak kembali,” ungkapnya.

Sutherland pun merasa liburannya ke Bali menjadi tidak menyenangkan. Lantas dia menghubungi pejabat keamanan perbatasan di Melbourne untuk mencari tahu apakah hal tersebut wajar atau tidak.

Pejabat di Melbourne justru mengatakan bahwa mereka kemungkinan besar telah dijebak oleh petugas imigrasi.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Luncurkan Do and Don’ts Pariwisata Bali untuk Turis Asing

Paspor saya tidak pernah menjadi masalah sebenarnya. Itu cara mudah untuk mendapatkan uang dari turis yang tidak berpengalaman,” kata dia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Daily Mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Diminta Bayar Rp15 Juta karena Paspor Kotor, Turis Australia Merasa Dijebak Petugas Imigrasi Bandara Bali

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!