Senin, 17 MARET 2025 • 15:55 WIB

Mengenal Tradisi Memasak Ie Bu Peudah, Sajian Ramadhan yang Legendaris dari Kabupaten Aceh Besar

Author

Memasak Ie Bu Peudah.

INDOZONE.ID - Tradisi Ramadhan di Indonesia tak henti-hentinya menampilkan keunikannya dari masing-masing daerah di negeri ini. Kali ini kita akan membahas tentang sebuah tradisi membuat makanan untuk buka puasa di Kabupaten Aceh Besar, di mana makanan ini bernama "Ie Bu Peudah".

Ie Bu Peudah sendiri adalah sebuah masakan bubur khas Kabupaten Aceh Besar yang diolah dari 44 macam jenis dedaunan hutan.

Masakan ini diolah dengan campuran kunyit, lada, dan bawang putih.

Kemudian, adonan rempah tersebut dicampur dengan beras dan kelapa yang telah diparut.

Rempah yang digunakan pada masakan ini memang bercita rasa agak pedas.

Baca Juga: Rekomendasi Varian Sirup Marjan Terbaik untuk Buka Puasa di Ramadhan 2025

Maka dari itu, hal ini kemudian menjadikan masakan ini bernana ie bu peudah, atau air nasi pedas dalam bahasa indonesia.

Rupa Ie Bu Peudah yang sedang diaduk.

Mengintip dari tradisi memasak ie bu peudah yang dilakukan oleh warga Gampong Bueng Bajok, Kecamatan Kuta Baro, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. 

Sebagaimana dilansir dari Nu Online, warga masih sangat menjaga tradisi turun temurun memasak makanan ini.

Tradisi memasak bubur ini memiliki makna simbol kebersamaan dan gotong royong masyarakat setempat.

Baca Juga: Rekomendasi 11 Menu Favorit McDonald's Indonesia yang Wajib Kamu Coba!

Oleh warga setempat, didapat informasi bahwa proses pemasakan bubur ini memiliki beberapa hal yang unik.

Antara lain mengaduk adonan bubur dengan batang kecombrang dengan tujuan dapat meningkatkan aroma harum bubur dan membantu menghancurkan beras agar tekstur lebih lembut, lalu menggunakan beras dari sawah yang dikelola desa dan menghabiskan sekitar 7 sampai 8 bambu beras serta 14 buah kelapa, hingga jumlah orang yang memasak bubur ini, yaitu sebanyak 5 orang dan bergantian sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Cita rasa yang tercipta dari bubur ini hampir sama seperti bubur lainnya, seperti bubur ayam atau bubur kanji rumbi.

Hanya saja, ada yang khas dari bubur ini, yaitu rasa pedasnya.

Campuran dedaunan yang dikombinasikan dengan jahe, lada, dan kunyit, membuat orang yang menyantapnya akan merasa segar dan bertenaga. Selain itu, disebutkan juga, bahwa bubur ini dapat menjadi obat masuk angin.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: NU Online, Pemprov Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU