Sabtu, 15 APRIL 2023 • 15:30 WIB

Lezatnya Bubur Lambok, Kuliner Khas Besilam Babussalam yang Disajikan Setiap Bulan Ramadan

Author

Proses pembuatan bubur lambok. (Z Creator/Muhammad Hijrah)

Tiap kali bulan suci Ramadan, masyarakat di berbagai daerah pasti memiliki makanan tradisional yang sejak dahulu menjadi menu favorit berbuka puasa. 

Salah satunya seperti makanan khas warga desa Besilam Babussalam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat Sumatera Utara ini. 

Masyarakat di desa ini terbiasa menyajikan bubur lambok, hidangan istimewa yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. 

Di desa religi ini, bubur lambok diolah dengan cara yang begitu sakral. Di mana para kaum ibu bergotong-royong membuat bubur yang kaya dengan rempah tersebut.

Baca juga: Bubur Pedas khas Melayu Langkat, Makanan Tradisi di Bulan Puasa Sejak Zaman Kesultanan

Dimasak Bersama

Proses pembuatan bubur lambok. (Z Creator/Muhammad Hijrah)

Dengan menggunakan kuali besar, kaum ibu bersama-sama memasak bubur. Ada yang bertugas memotong rencah dan menyiapkan bumbu, serta ada pula yang mengacu (mengaduk) bubur di kuali berukuran besar. 

"Bubur Lambok ini diketahui pertama kali dibuat di masa wali Allah tuan guru Syekh Abdul Wahab Rokan Al Kholidi Naqsabandi saat menjelang Ramadan pada abad 18 di Desa Besilam Babussalam,” ujar salah satu warga, Hamidah. 

Mirip Bubur Pedas

Proses pembuatan bubur lambok. (Z Creator/Muhammad Hijrah)

Proses pembuatan bubur lambok sendiri hampir sama dengan bubur pedas. Namun ada beberapa rempah dan rencah yang tidak dimasukkan dalam proses pembuatanya.

Seperti tidak menggunakan ketumbar dan tidak pakai rencah hewan yang bernyawa atau berdarah.

“Misalnya ikan, daging dan sejenisnya,” jelas Hamidah.

Adapun proses memasak bubur lambuk memakan waktu sekitar dua jam setengah. Bahkan bisa sampai tiga jam, tergantung besarnya api, sebab di desa penyebaran Thariqah Naqsyabandi ini memasak masih menggunakan kayu.

Baca juga: Masjid Raya Aceh Sajikan Bubur Kanjie Rumbi untuk Berbuka Puasa

Hidangan Berbuka

Proses pembuatan bubur lambok. (Z Creator/Muhammad Hijrah)

Lebih lanjut Hamidah menjelaskan, di kampung Thariqah Naqsyabandi Besilam tersebut, bubur lambok di buat satu bulan penuh selama Ramadan.

Bubur ini disiapkan untuk masyarakat yang berbuka puasa serta melaksanakan salat Magrib dan Tarawih di masjid.

Selain itu, dihidangkan pula bagi jamaah Thariqah Naqsyabandi yang melaksanakan suluk di Masjid Babussalam.

Hamidah sendiri berharap bubur ini bisa terus dimasak secara turun temurun agar menjaga tradisi istimewa selama Ramadan.

“Semoga bisa terus dilestarikan turun temurun, sehingga dari generasi terus terjaga bubur sampai saat ini,” harap Hamidah. 

Artikel Menarik Lainnya: 

Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini .

Z Creators

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Z Creators

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU