Kamis, 16 JULI 2026 • 15:56 WIB

Apa Itu Dose dalam Kopi? Ini Pengaruhnya pada Rasa Espresso

Author

Ilustrasi menuangkan susu ke dalam kopi. (freepik)

INDOZONE.ID - Bagi penikmat kopi pemula yang mulai tertarik meracik espresso sendiri di rumah, istilah "dose" mungkin sering muncul dalam berbagai panduan seduh kopi.

Dose adalah takaran berat bubuk kopi kering, dalam satuan gram, yang digunakan untuk membuat satu sajian espresso.

Dose merupakan fondasi dasar dalam meracik espresso yang berkualitas. Memahami takaran dose yang tepat, akan sangat membantu penikmat kopi pemula maupun barista pemula dalam menghasilkan secangkir espresso dengan rasa yang konsisten.

Baca juga: Lapisan Emas di Atas Espresso Ini Ternyata Penanda Kualitas Kopi

Istilah ini menjadi salah satu variabel paling penting dalam meracik espresso yang presisi, karena menentukan kekuatan rasa dan konsistensi hasil seduhan setiap kali membuat kopi.

Kenapa Dose Sangat Penting dalam Meracik Espresso?

Dalam dunia espresso, terdapat dua standar dose yang paling umum digunakan sebagai acuan dasar. Single dose menggunakan sekitar 7 hingga 9 gram bubuk kopi, menghasilkan single shot espresso dengan volume sekitar 30 ml.

Sementara itu, double dose menggunakan sekitar 14 hingga 18 gram bubuk kopi, menghasilkan double shot espresso dengan volume sekitar 60 ml, dan menjadi standar default di kebanyakan kedai kopi modern saat ini.

Dose memiliki peran krusial dalam menentukan rasio kopi atau yang biasa disebut brew ratio. Dose menjadi angka acuan dalam menghitung perbandingan antara bubuk kopi dan hasil ekstraksi atau yield.

Rasio umum yang sering digunakan barista adalah 1:2, yang berarti setiap 1 gram bubuk kopi diharapkan menghasilkan sekitar 2 gram cairan espresso. 

Selain menentukan rasio, dose juga sangat memengaruhi kekuatan dan kompleksitas rasa kopi yang dihasilkan. Dose yang terlalu sedikit, atau sering disebut under-dosing, berisiko menghasilkan rasa espresso yang encer dan kurang kompleks.

Sebaliknya, dose yang terlalu banyak, atau over-dosing, bisa membuat rasa espresso menjadi terlalu pekat dan cenderung pahit akibat proses ekstraksi yang berlebihan.

Dose yang tepat juga berpengaruh terhadap waktu ekstraksi espresso. Jumlah dose yang sesuai, jika dikombinasikan dengan tekanan tamping dan ukuran gilingan kopi yang pas, akan memengaruhi berapa lama waktu yang dibutuhkan air untuk melewati bubuk kopi.

Baca juga: Apa Arti "Shot" Dalam Kopi? Berikut Penjelasannya

Idealnya, proses ekstraksi berlangsung sekitar 25 hingga 30 detik untuk menghasilkan rasa espresso yang seimbang dan tidak terlalu asam maupun terlalu pahit.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Coffee Ordie, Hollywood Life

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU