INDOZONE.ID - Siapa sih yang nggak doyan makan enak sambil seru-seruan bareng temen di resto Korean BBQ?
Rasanya hampir semua anak muda zaman sekarang punya agenda rutin buat nge-grill bareng.
Tapi jujur deh, pernah nggak sih kamu ngerasa bingung pas lihat buku menu? Biasanya ada dua pilihan yang paling populer dan sering bikin galau, yaitu galbi dan bulgogi.
Kelihatannya sih sama-sama daging sapi merah yang menggoda dengan bumbu kecokelatan, tapi ternyata keduanya punya kepribadian yang beda banget, lho!
Biar kamu nggak cuma sekadar ikut-ikutan makan dan bisa tampil bak ahli kuliner di depan temen-temen kamu, yuk kita bedah tuntas perbedaan galbi dan bulgogi yang sebenarnya dilansir dari YouTube/NOT ANOTHER COOKING SHOW selengkapnya!
Memahami perbedaan ini nggak cuma soal tahu nama, tapi juga soal gimana cara dapetin pengalaman rasa yang paling maksimal.
Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Pizza Daging Sapi yang Bikin Daganganmu Makin Hits
Arti di Balik Nama yang Unik
Sebelum masuk ke soal rasa, kita kenalan dulu sama arti namanya biar makin afdol. Nama galbi atau sering juga ditulis kalbi itu secara harfiah artinya adalah iga.
Jadi, kalau kamu pesan menu ini, sudah pasti yang datang adalah potongan daging yang berasal dari sekitar tulang iga sapi.
Sementara itu, bulgogi punya arti yang cukup garang, yaitu daging api. Kata bul berarti api dan gogi berarti daging.
Nama ini merujuk pada cara memasaknya yang menggunakan teknik panggang di atas api yang membara.
Meskipun keduanya sama-sama merujuk pada daging sapi yang dipanggang, bahan baku utamanya berasal dari bagian sapi yang berbeda, dan itulah yang nantinya bakal nentuin tekstur pas masuk ke mulut kamu.
Potongan Daging yang Jadi Pembeda Utama
Perbedaan paling mendasar yang wajib kamu tahu adalah jenis potongan dagingnya. Untuk galbi, bagian yang dipakai adalah iga pendek atau short rib.
Biasanya ada dua gaya potongan, yaitu English cut yang dagingnya tebal di atas satu tulang, atau gaya LA alias flanken yang dipotong melintang sehingga kamu dapet irisan tipis dengan tiga tulang kecil yang estetik banget.
Di sisi lain, bulgogi biasanya menggunakan potongan daging yang jauh lebih empuk dan tanpa tulang, seperti ribeye atau sirloin.
Daging buat bulgogi ini diiris sangat tipis, bahkan hampir kayak kertas alias shaved beef, biar bumbunya cepat meresap dan teksturnya langsung lumer pas dikunyah.
Rahasia Bumbu Rendaman yang Mirip tapi Tak Sama
Kalau soal bumbu alias marinade, sebenarnya keduanya punya basis yang hampir mirip, yaitu perpaduan rasa manis dan gurih.
Biasanya campuran bumbunya terdiri dari kecap asin, gula merah, minyak wijen, bawang putih, dan daun bawang.
Tapi, ada satu rahasia besar yang bikin galbi jadi spesial. Karena daging iga pendek itu seratnya lebih kuat dan agak keras, bumbunya wajib banget pakai bahan pengempuk alami.
Bahan sakti yang sering dipakai adalah pir Asia dan kiwi yang dihaluskan. Buah-buahan ini mengandung enzim alami yang bisa memecah serat daging yang bandel jadi lebih empuk.
Kadang ada juga yang pakai nanas, tapi harus hati-hati banget karena kalau kelamaan direndam, dagingnya malah bisa hancur jadi bubur.
Durasi Marinasi yang Menentukan Kelezatan
Karena jenis dagingnya beda, waktu yang dibutuhin buat merendam daging juga nggak boleh disamakan.
Untuk bulgogi, karena dagingnya sudah diiris sangat tipis dan pada dasarnya sudah empuk, kamu nggak perlu nunggu lama-lama.
Cukup dimarinasi selama beberapa jam saja, bumbunya sudah bakal meresap sampai ke serat terdalam.
Beda cerita kalau kamu lagi masak galbi. Supaya daging iganya nggak alot dan bumbunya bisa nembus ke serat daging yang tebal, sangat disarankan buat merendamnya semalaman di dalam kulkas.
Proses marinasi yang lama ini bakal bikin galbi kamu dapet tekstur yang pas antara kenyal dan lembut pas sudah matang nanti.
Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Martabak Daging Sapi yang Keren, Unik, dan Bikin Mudah Diingat
Trik Mengiris Daging Sendiri ala Chef Profesional
Pengen coba bikin sendiri di rumah tapi nggak nemu daging yang sudah diiris tipis di supermarket? Tenang, ada trik gampang yang bisa kamu lakuin.
Caranya, masukkan daging sapi segar kamu ke dalam freezer selama sekitar dua jam sampai kondisinya setengah beku atau agak keras.
Dalam kondisi ini, daging bakal jauh lebih stabil dan nggak licin pas dipotong. Kamu jadi bisa mengirisnya setipis mungkin secara manual pakai pisau tajam.
Semakin tipis kamu bisa mengiris dagingnya, terutama buat bulgogi, maka hasil panggangan kamu bakal makin mirip sama yang ada di resto-resto mahal di Korea sana.
Teknik Memanggang yang Benar biar Hasilnya Juicy
Cara masak di atas panggangan juga ada tekniknya masing-masing, lho. Buat galbi, karena potongannya lebih tebal dan ada tulangnya, kamu bisa langsung panggang di atas kisi-kisi arang yang panas membara.
Panggang sekitar dua sampai tiga menit di tiap sisinya, sampai warnanya berubah jadi cokelat gelap yang cantik.
Nah, kalau buat bulgogi yang super tipis, jangan langsung ditaruh di atas kisi panggangan karena risikonya daging kamu bakal jatuh ke sela-sela arang.
Sebaiknya pakai wajan panggangan besi atau cast iron grill pan. Teknik ini bakal menjaga kelembapan daging atau juiciness-nya tetap terjaga meskipun kena panas yang tinggi.
Seni Menikmati Korean BBQ dengan Gaya Ssam
Nggak lengkap rasanya makan Korean BBQ kalau nggak pakai gaya ssam. Ssam itu adalah teknik membungkus daging pakai sayuran hijau. Biasanya yang dipakai adalah daun selada atau daun perilla.
Cara makannya adalah ambil selembar selada, kasih sedikit nasi, taruh satu potong galbi atau bulgogi yang baru diangkat dari panggangan, tambahin kimchi, bawang putih mentah, dan sedikit saus samjang.
Gulung jadi satu bulatan kecil, terus langsung masukkan semuanya ke dalam mulut dalam satu lahapan.
Perpaduan rasa gurih daging, segarnya selada, dan asam pedasnya kimchi itu bener-bener ledakan rasa yang nggak ada duanya.
Pilihan Terbaik buat Kamu yang Lagi Laper Berat
Jadi, kalau nanti kamu lagi di resto, mana yang harus dipilih? Kalau kamu lagi pengen ngerasain sensasi gigit daging yang punya tekstur dan suka banget sama aroma daging yang nempel di tulang, galbi adalah juaranya.
Tulang di galbi itu ngasih rasa gurih tambahan yang khas banget. Tapi kalau kamu lagi pengen makan yang praktis, cepat matang, dan teksturnya lembut banget tanpa ribet urusan tulang, bulgogi adalah pilihan yang paling aman.
Apapun pilihan kamu, pastikan dagingnya masih panas pas dimakan ya, karena itulah kunci kenikmatan hakiki dari sebuah hidangan Korean BBQ.
Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Steak Daging Sapi Kekinian Ala Gen Z
Dunia kuliner Korea emang nggak pernah ada habisnya buat dipelajari. Dengan tahu perbedaan galbi dan bulgogi, kamu sekarang sudah naik level dari sekadar pemakan jadi penikmat sejati.
Ternyata perbedaan kecil mulai dari potongan daging sampai jenis buah yang dipakai buat bumbu bisa ngasih hasil akhir yang beda banget.
Sekarang waktunya kamu ajak temen-temen atau gebetan kamu buat makan bareng dan pamerin ilmu baru ini.
Selamat mencoba, selamat bereksperimen di meja panggangan, dan pastikan perut kamu dalam kondisi siap buat menampung semua kelezatan daging sapi ala Negeri Ginseng ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube