INDOZONE.ID - Kalau kamu punya rencana liburan ke Jayapura, jangan cuma fokus ke pantai atau kulinernya aja.
Ada satu spot yang sering disebut warga lokal sebagai “destinasi wajib” yang nggak boleh dilewatkan — yaitu Tugu MacArthur.
Bukan sekadar tempat foto dengan pemandangan indah, lokasi ini punya nilai sejarah yang kuat banget, terutama terkait momen penting di Perang Dunia II.
Jejak Perang Dunia II di Tanah Papua
Tugu MacArthur berdiri sebagai pengingat peran penting Papua dalam strategi militer Sekutu saat melawan Jepang di kawasan Pasifik.
Baca juga: Kenali Jenis-jenis Tiket Pesawat: Mana yang Paling Worth It?
Pada tahun 1944, wilayah ini menjadi salah satu titik krusial dalam operasi militer besar yang dipimpin oleh Douglas MacArthur.
Saat itu, MacArthur menjabat sebagai Panglima Tertinggi Sekutu di kawasan Pasifik Barat Daya. Ia memindahkan pusat komandonya ke wilayah Sentani, yang kini dikenal sebagai bagian dari Jayapura.
Dari sinilah strategi besar dilancarkan untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Jepang, termasuk Filipina.
Markas besar yang didirikan di kawasan perbukitan ini bukan tanpa alasan. Lokasinya strategis — menghadap langsung ke Danau Sentani dan memiliki pandangan luas untuk mengawasi pergerakan militer.
Baca juga: Warga Bodetabek Wajib Tahu: Tips Transportasi Umum ke GBK Paling Efisien!
Bukan Cuma Sejarah, Pemandangannya Juga Juara
Selain nilai historisnya, daya tarik utama Tugu MacArthur adalah panorama alamnya yang luar biasa. Dari atas bukit, kamu bisa menikmati lanskap luas Danau Sentani yang dikelilingi pegunungan hijau.
Nggak cuma itu, kamu juga bisa melihat:
- Bandara Sentani dari kejauhan
- Gugusan pulau kecil di tengah danau
- Pemukiman warga di distrik Sentani
- Perbukitan yang membentang indah
Baca juga: Dikenal dengan Keindahan Alamnya, Ini 5 Waktu Terbaik Berkunjung ke Dieng
Pemandangan ini bikin tempat ini cocok banget buat healing atau sekadar menikmati ketenangan jauh dari hiruk-pikuk kota.
Waktu Terbaik Berkunjung? Sunset!
Kalau mau dapat pengalaman maksimal, datanglah saat sore hari. Sunset di sini terkenal dramatis — matahari perlahan tenggelam dibalik pegunungan, memantulkan cahaya ke permukaan Danau Sentani.
Momen ini sering jadi incaran wisatawan dan fotografer karena pemandangannya benar-benar “next level”. Dijamin, sekali lihat bakal susah dilupain.
Akses Lokasi dan Tips Berkunjung
Untuk sampai ke Tugu MacArthur, kamu cuma butuh sekitar 15–20 menit perjalanan dari Bandara Sentani. Tapi siap-siap ya, jalannya cukup menanjak dan berliku.
Baca juga: Daftar Kota Terindah dan Terbaik di Dunia 2026, Wajib Masuk Bucket List!
Hal yang perlu diperhatikan:
- Lokasi berada di area militer (dekat Resimen Induk Kodam Cendrawasih)
- Tetap patuhi aturan dan jaga sikap selama berkunjung
- Gunakan kendaraan yang prima karena medan cukup menantang
Gratis Masuk, Tapi Tetap Bisa Berkontribusi
Kabar baiknya, masuk ke Tugu MacArthur ini gratis alias nggak dipungut biaya. Tapi biasanya tersedia kotak donasi sukarela untuk membantu perawatan situs bersejarah ini.
Dengan kontribusi kecil dari pengunjung, tempat ini bisa terus terjaga dan dinikmati generasi berikutnya.
Baca juga: Cara Menuju Stadion GBK Naik KRL dan TransJakarta, Praktis dan Anti Ribet!
Perpaduan Sejarah dan Keindahan Alam
Tugu MacArthur bukan cuma destinasi wisata biasa. Tempat ini adalah simbol penting dari sejarah global yang pernah terjadi di tanah Papua, sekaligus spot terbaik untuk menikmati keindahan alam khas Indonesia Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Indonesiakaya.com