INDOZONE.ID - Dikenal karena dedikasinya dalam mengolah daging domba dengan kualitas terbaik dan rasa yang juara, Meat & Livestock Australia (MLA) Indonesia, dengan dukungan dari Victorian Government Trade and Investment, memperkenalkan lima chef Lambassador terkemuka.
Kali ini, MLA menggandeng lima chef terkemuka seperti Chef A.S Windoe, Chef Rizqi Pradana, Chef Victor Taborda, Chef Bayu Timur dari Indonesia, serta Chef Alysia Chan dari Singapura, masing-masing menyajikan kreasi khas mereka menggunakan potongan Australian lamb leg, lamb rack dan lamb shoulder, potongan yang menantang kreativitas sekaligus menunjukkan keunggulan dalam fleksibilitas.
"Daging domba Australia dikenal secara global karena kualitasnya yang tinggi, rasa yang lezat, dan jaminan halalnya, menjadikannya pilihan sempurna bagi konsumen Indonesia," ujar Christian Haryanto, Chief Representative MLA Indonesia.
Baca juga: Menikmati Santapan Premium Daging Sapi dan Domba Australia di A Culinary Symphony
“Melalui program Lambassador, kami berkolaborasi dengan para chef dan profesional kuliner untuk berbagi cerita tentang daging domba Australia kepada para mitra mereka, membangun kepercayaan, sekaligus meningkatkan permintaan terhadap produk premium ini," tambahnya.
Mengusung tema “The Art of Victorian Lamb, Crafted by Lambassador Chefs”, acara ini menjadi wadah bagi Gubernur Victoria untuk berinteraksi langsung dengan pemangku kepentingan pemerintah Indonesia serta pelaku industri, mempererat hubungan dan membuka peluang kolaborasi yang saling menguntungkan.
Victoria dengan bangga memperkenalkan daging domba yang tidak hanya memiliki cita rasa unggul, tetapi juga dihasilkan melalui praktik produksi berkelanjutan bertaraf global.
Acara ini menjadi wadah untuk mempererat kerja sama dengan pelaku industri di Indonesia sekaligus memperluas edukasi mengenai daging domba Victoria di pasar-pasar strategis.
Hidangan Kelima Chef dengan Cita Rasa dan Tekstur yang Khas
Setiap chef menghadirkan interpretasi unik, mengubah potongan daging domba menjadi karya seni kuliner. Beberapa menu unggulan antara lain:
- Chef A.S Windoe – Crusted Lamb Rack and Walnut over tahini
- Chef Rizqi Pradana – Slow Roasted Lamb Shoulder with Komoh Spices, Dirty Rice Trancam Vegetable
- Chef Victor Taborda – Slow-Braised Lamb Leg with Sweet Potatoes
- Chef Bayu Timur – Lamb Ragu Ravioli, Cheese Fondue, Rosemary Lamb Sauce
- Chef Alysia Chan – Slow Roasted Lamb Shoulder, Potato puree, Apricot salsa verde & Crispy quinoa
Dengan menampilkan kreasi daging domba premium Victoria dan memfasilitasi dialog antara chef, pemangku kepentingan, dan pelaku industri. Acara ini menjadi platform untuk memperkuat kolaborasi dan pertumbuhan sektor layanan makanan di masa depan.
1. Crusted Lamb Rack and Walnut over tahini
Crusted Lamb Rack and Walnut over Tahini
merupakan hidangan premium yang menyajikan lamb rack (iga domba) yang dimasak hingga menghasilkan tekstur juicy dan lembut.
Bagian permukaannya dibalur crust renyah dari campuran kacang walnut, rempah aromatik, dan breadcrumbs, menciptakan kontras sempurna antara lembutnya daging dan gurih-renyahnya lapisan luar.
Lamb rack yang telah dipanggang ini kemudian disajikan di atas olesan tahini yang creamy, memberikan sentuhan rasa wijen yang halus dan khas.
Perpaduan rasa gurih, nutty, dan smoky menjadikan hidangan ini mewah sekaligus kaya tekstur, cocok sebagai menu utama fine dining yang memanjakan lidah.
2. Slow Roasted Lamb Shoulder with Komoh Spices, Dirty Rice Trancam Vegetable
Menu ini menyajikan pundak domba yang dimasak perlahan hingga empuk dan mudah dipisahkan. Teknik slow roasting menjaga kelembutan daging, sementara bumbu komoh, racikan rempah khas Jawa Timur yang harum dan sedikit berasap, meresap dalam dan menciptakan karakter rasa yang kaya.
Lamb shoulder berbumbu ini kemudian dipadankan dengan dirty rice, yaitu campuran nasi putih, nasi merah, menciptakan rasa gurih yang dimasak dengan kaldu dan bumbu aromatik untuk menghadirkan lapisan rasa yang lebih kompleks.
Hidangan semakin lengkap dengan sayur trancam, paduan sayuran segar khas Jawa yang menawarkan sensasi ringan, renyah, dan bercita rasa herbal.
3. Slow-Braised Lamb Leg with Sweet Potatoes
Hidangan ini menyuguhkan paha domba yang dimasak perlahan dengan metode braising, menghasilkan daging yang begitu empuk, berair, dan mudah terbelah. Teknik slow-braised membuat bumbu, kaldu, serta aromatik meresap hingga ke bagian terdalam, menciptakan cita rasa yang kaya dan bertingkat.
Sebagai pelengkap, terdapat ubi manis yang dimasak hingga lembut dengan rasa manis alami yang memberikan kontras sekaligus keseimbangan terhadap gurihnya daging domba. Kelezatan creamy dari sweet potatoes berpadu harmonis dengan hangatnya rempah dan lembutnya tekstur lamb leg.
Kombinasi tersebut menghasilkan sajian yang menghangatkan, harmonis, dan berkelas, sangat cocok sebagai hidangan utama yang menonjolkan keaslian rasa serta teknik slow-cooked yang menenangkan.
4. Lamb Ragu Ravioli, Cheese Fondue, Rosemary Lamb Sauce
Hidangan ini menghadirkan ravioli berisi ragu domba yang dimasak perlahan hingga isian dagingnya menjadi lembut, gurih, dan sarat aroma rempah. Setiap ravioli menyimpan campuran domba yang diperkaya bumbu aromatik, menghadirkan kehangatan dan kedalaman rasa pada setiap gigitan.
Ravioli kemudian dipadukan dengan cheese fondue yang lembut dan creamy, memberi lapisan keju leleh yang membalut pasta dengan tekstur halus. Cita rasa hidangan semakin menonjol berkat saus rosemary lamb, saus domba beraroma yang dibubuhi rosemary untuk memberikan nuansa herbal yang khas serta memperkuat karakter daging.
Kombinasi antara pasta yang lembut, keju creamy, dan saus herbal yang aromatik menciptakan sajian yang elegan, harmonis, dan kaya rasa, sempurna sebagai menu utama untuk pengalaman fine dining yang mendalam.
5. Slow Roasted Lamb Shoulder, Potato puree, Apricot salsa verde & Crispy quinoa
Hidangan ini menghadirkan pundak domba yang dipanggang perlahan, menghasilkan daging yang sangat empuk, berair, dan penuh karakter. Metode slow roasting membuat cita rasa domba semakin kaya, dengan sentuhan rempah yang lembut namun aromatik.
Sebagai pasangan yang melengkapi, tersaji potato purée yang lembut dan creamy, memberikan sensasi halus yang berpadu harmonis dengan gurihnya daging domba.
Baca juga: Restoran AYCE Hot Pot Mongolia Dibawa ke Jaksel, Makan Daging Domba Berempah Nagih!
Rasa tersebut kemudian diberi dimensi segar oleh apricot salsa verde, kombinasi aprikot manis-asam dan herbs yang menawarkan kontras cerah dan menyegarkan.
Untuk memberikan permainan tekstur, ditambahkan crispy quinoa yang renyah, menciptakan keseimbangan antara kelembutan, kesegaran, dan kerenyahan dalam satu sajian.
Keseluruhan elemen ini berpadu menjadi hidangan yang refined, seimbang, dan kaya lapisan rasa, menjadikannya pilihan utama yang menonjolkan sentuhan modern dalam olahan domba.
Hidangan-hidangan menarik ini akan semakin memperkaya kancah kuliner Indonesia dengan cara yang berbeda dan otentik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung