Senin, 20 OKTOBER 2025 • 20:00 WIB

6 Menu Favorit Cha Co Minuman Kekinian yang Bikin Kamu Serasa di Kebun Teh Berusia 180 Tahun

Author

Ilustrasi perkebunan teh. (Freepik)

INDOZONE.ID - Minum teh memang sudah menjadi bagian dari budaya sehari-hari orang Indonesia. 

Apalagi minum teh sambil menikmati pemandangan alam atau sekadar melepas penat setelah seharian beraktivitas di luar rumah adalah hal yang paling mengasyikan.

Karena teh tidak hanya memberikan rasa hangat dan nyaman, tetapi juga membawa saya pada nuansa tradisi dan keakraban dengan orang-orang terdekat.

Baca juga: 5 Jenis Teh yang Punya Antioksidan Lebih Tinggi daripada Green Tea

Sejalan dengan hal tersebut, Cha Co., merek teh premium pertama di Indonesia yang berakar dari Perkebunan Teh Pagilaran yang legendaris, hari ini secara resmi membuka gerai utamanya pada 20 Oktober 2025 di Mal Taman Anggrek. 

Peluncuran ini menandai era baru dalam menikmati teh, di mana warisan 180 tahun bertemu dengan inovasi minuman sehat modern untuk konsumen Indonesia.

Dengan mengolah daun teh single origin murni, teh kelas dunia ini dihadirkan dalam bentuk minuman super yang unik. Berbeda dari teh kekinian lainnya, produk ini berkomitmen pada kebaikan alami dengan menggunakan 100% bahan alami dari perkebunan Pagilaran dan pemanis yang dipilih dengan penuh perhatian.

Minuman teh Cha Cho.. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

"Cha Co. ini adalah murni teh Indonesia. Karena tidak banyak bahkan sebenarnya mungkin gak ada yang tau bahwa ternyata kebun teh terbesar dan tertua di Asia. Single origin itu artinya dari satu perkebunan seluruh tehnya Itu adanya di Indonesia yaitu di Pagilaran, Jawa Tengah," ujar CEO ChaCo, Myra Suraryo, di Jakarta, Senin.

Dengan usia yang telah mencapai 180 tahun, Pagilaran telah menjadi salah satu pemain utama dalam industri teh dunia. 

Selama ini, Pagilaran dikenal sebagai penyuplai teh untuk berbagai merek teh ternama di dunia. Namun, yang unik dari Pagilaran adalah kemampuan mereka dalam menghasilkan teh dengan kualitas tinggi dari kebun teh mereka sendiri. 

"Usianya 180 tahun. Pagilaran selama ini menjadi pencampur teh-teh dunia. Tetapi sebagian besar teh dunia itu adalah dicampur dari berbagai kebun teh. Cha Co. ini dari Pagilaran asli, sehingga kita menawarkan teh tidak hanya dengan kualitas tinggi, tetapi kita juga mewarisi kekayaan Indonesia," ujarnya.

Seperti produk teh yang ditawarkan saat ini, yang bukan hanya sekadar teh dengan kualitas tinggi, tetapi juga mewarisi kekayaan alam dan budaya Indonesia yang autentik.

"Ini bukan sekadar teh. Ini adalah gerakan kemewahan yang terjangkau, berakar pada kebaikan (accessible luxury, rooted in goodness). Setiap tegukan adalah perayaan warisan Indonesia, dukungan untuk pertanian etis, dan pemberdayaan komunitas lokal," tambahnya.

Keberhasilan peluncuran Cha Co. didukung oleh kolaborasi strategis dengan dua mitra utama:

1. StratEdgeMarketing (SEM): Sebagai venture builder, SEM menginkubasi Cha Co. dari konsep hingga menjadi merek yang siap pasar melalui SEMLab. SEM menyediakan pendanaan awal (pre-seed) untuk R&D dan memimpin seluruh proses penggalangan dana hingga berhasil mengamankan modal pertumbuhan.

2. Netzme Gateway: Sebagai paytech-driven ecosystem enabler, Netzme memberikan dukungan strategis dan keahlian ekosistem paytech untuk memperkuat pertumbuhan berkelanjutan Cha Co.

Tiga pilar utama:

1. 100% Keaslian dari Satu Sumber (Single Origin).                                                         Setiap daun teh yang berasal dari satu tempat. Perkebunan Teh Pagilaran seluas 1.200 hektar yang bersejarah, memastikan kualitas dan kemurnian rasa yang tak tertandingi.

2. Kesehatan Alami Suasana Hati dalam Setiap Gelas. Cha Cho. menawarkan manfaat nyata bagi kesehatan fisik dan mental, dengan menu yang dirancang untuk memberikan sensasi unik mulai dari Invigorating (Memulihkan Semangat) hingga Calming (Menenangkan).

3. Gerakan yang Bertujuan dan Kebanggaan Indonesia. Setiap pembelian Cha Co. secara langsung mendukung dan memberdayakan komunitas petani di Pagilaran.

Menu Favorit: Rasa untuk Setiap Suasana Hati

Setiap minuman teh dalam ukuran 22 Oz ditawarkan dengan harga Rp30.000 dan dirancang untuk memberikan sensasi unik:

1. Golden Fire : Invigorating (Memulihkan Semangat) – Perpaduan teh hitam, jahe, dan lemon untuk membangkitkan energi.

2. Lemonade: Rejuvenating (Menyegarkan Kembali) – Campuran klasik dari perasan lemon dan jeruk nipis segar.

3. Mystic Garden: Enchanting (Memesona) – Teh melati harum dengan ramuan rahasia rempah-rempah.

4. Summer Blush: Refreshing (Menyegarkan) – Teh hijau renyah dipadukan dengan stroberi dan air kelapa.

5. Zen Garden: Calming (Menenangkan) – Teh hijau murni yang dipadukan dengan lavender dan sentuhan jeruk nipis.

Baca juga: Bukan Teh Hijau atau Oolong yang Nomor 1 di Dunia, Jawabannya Teh Hitam, Kok Bisa?

6. Aren Salted Cloud: Indulgent (Memanjakan) – Teh hitam kaya rasa dengan manis alami gula aren dan sedikit garam laut.

Gerai utama yang ada di Mal Taman Anggrek ini akan menjadi manifestasi fisik dari identitas Playfully Premium, dengan desain “Instagrammable” yang memadukan elemen alami dengan estetika pastel kontemporer.

Cha Co. hadir di pembukaan gerai utama pada 20 Oktober 2025 dan menjadi bagian dari revolusi teh yang menyehatkan jiwa sekaligus melestarikan warisan kekayaan alam Indonesia yang mendunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU