INDOZONE.ID - Perayaan Anniversary ke-10 Toko Kopi TUKU ditandai dengan ekspansi mendunia dan tak terduga. Hallo, warga Amsterdam, kalian kini bisa menikmati cita rasa kopi TUKU lokal dengan gula aren asli Indonesia.
Berawal dari sebuah kedai kopi kecil di sudut Cipete 10 tahun lalu, toko kopi andalan anak skena ini akhirnya berani membuka pintu masuk ke dunia berbeda. Di tahun 2025, TUKU akan mengawali debutnya di Kota Amsterdam, Belanda.
“Kami bukan cuma ingin menguji mimpi warga asli Cipete, tapi, sekarang sebagai warga Indonesia. Bukan cuma di dalam negeri, tapi, juga ke luar negeri, sekali lagi sambil tetap membawa nilai-nilai yang dari dulu dijaga,” kata Head of Brand TUKU Eleonora Ancilla saat perayaan Anniversary 10 Tahun TUKU di Urban Forest Jakarta.
Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Kopi Susu Kekinian ala Gen Z yang Kece
Ditambahkan CEO & Founder Toko Kopi TUKU Andanu Prasetyo, selama 4 tahun berturut-turut brand kopi lokal ini selalu ikut Amsterdam Coffee Festival. Minuman berbasis kopi susu dan gula aren rupanya diterima dan mendapat sambutan hangat dari pencinta kopi di sana.
Karena itu, bersama dengan Roemah Indonesia BV, pembukaan toko di Amsterdam secara permanen ditujukan untuk belajar lebih dalam tentang gaya hidup, kopi dan koneksi yang jauh lebih luas.
Kultur Minum Kopi di Amsterdam
Diungkapkan Andanu, berdasarkan data, konsumsi kopi di dunia itu paling tinggi memang di Eropa dan di Amsterdam punya kultur minum kopi yang sangat tinggi. Tapi ia percaya bahwa yang namanya keberagaman rasa Indonesia itu tidak semudah itu ditemukan di level global.
“Kami percaya masih punya ruang untuk memberikan warna baru untuk industri kopi di Amsterdam dan kami percaya untuk bisa hadir dan tampil perlu dengan kepercayaan diri,” ucapnya.
Menyasar diaspora dan warga lokal, TUKU akan menyajikan kopi terbaiknya dengan cita rasa lokal gula aren. Andanu yakin Tuhan akan mengatur semua keberlangsungan kedai kopi yang bakal dibuka di Belanda ini.
“Rasanya bagaimana banyak diaspora di sana, banyak lokal di Amsterdam juga yang sudah tahu tentang Indonesia, kayaknya ini tinggal masalah kita secara percaya diri, yakin bahwa apa yang diberikan Tuhan di tanah air kita, itu tinggal cara kita mengemasnya aja gimana,” bebernya.
Dia juga percaya meskipun tren kopinya berbeda, tapi sesuatu yang baru hadir dan bisa menjawab sebuah kebutuhan masyarakat. Makanya Andanu sangat ingin bertetangga baik di sana sambil memahami tentang apa yang dibutuhkan warga Amsterdam atau Eropa atau bahkan global sekalipun.
“Tapi yang jelas kami percaya terlalu seberagam itu rasa yang ada di Indonesia yang bisa kami kemas untuk kami ceritakan di kaca belakan,” kata Andanu.
Baca juga: Ide Takjil Ramadan: Resep Goguma Latte, Perpaduan Ubi Ungu dan Kopi Susu
Bawa Lembutnya Arenga Latte dan Wangi Gula Aren Khas
Andanu menceritakan, minuman Arenga Latte sudah dikenal warga Amsterdam selama 4 tahun saat buka pop up booth di berbagai event, terutama di Amsterdam Concert Festival.
“Kami menemukan bahwa cita rasanya dicari, mereka suka dengan rasa arennya, mereka suka dengan rasa creaminess-nya, tapi mereka punya health conscious yang lebih tinggi. Kami juga pengin memberikan format yang tadinya mereka banyak kopi hitam atau kopi panas, tapi ternyata begitu disajikan,mereka merasa ini menjadi sesuatu yang baru buat mereka,” ungkapnya.
Arenga Latte diracik dengan plain based milk, berupa whipped cream lembut dengan rasa manis dan ditaburi brown sugar yang wangi. Rasanya unik dan bikin ketagihan.
Kopi gula aren versi berbeda ini konon menjadi menu utama di Amsterdam. Andanu bilang, kalau racikan kopi dengan plain based ini punya cerita sendiri dan keunikan bagi warga Amsterdam.
“Supaya kami juga pengen one day membangun cerita, kami punya susu plain based juga versi kami sendiri, yang akhirnya bisa lebih diterima juga di kaca global, karena lebih bagus untuk alam juga,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung