Bubur bakar dengan topping ayam suwir (Z Creators/Udin Fatwa)
Ada kuliner baru di Tegal, Jawa Tengah yang langsung viral diserbu pelanggan, yakni bubur bakar! Yap, di kedai Bubur Artamara, bubur disajikan dengan dibakar terlebih dahulu, gimana rasanya ya?
Jadi, sebelum disajikan, bubur yang sudah matang dituang ke dalam wadah clay pot, atau mangkuk yang terbuat dari tanah liat. Satu persatu mangkuk yang sudah terisi bubur kemudian diletakkan di atas tungku untuk dibakar menggunakan arang selama lima menit. Bubur kemudian diaduk merata, agar bagian bawahnya enggak gosong atau berkerak.
Baca Juga: Kisah Nenek 82 Tahun di Tegal Masih Setia Jualan Kue Keranjang, Paling Diburu saat Imlek
Setelah dibakar, bubur kemudian ditaburi aneka toping sesuai pesanan. Seperti suwiran ayam, telur ayam, jagung manis, ikan cakalang, tumpang koyor atau otot sapi, serta ditaburi potongan daun bawang.
Terakhir, bubur disiram kuah yang terbuat dari saus Mongolian. Bubur ayam bakar ini memiliki cita rasa berbeda, ada sedikit aroma bakaran pada saat disantap. Tekstur buburnya juga lebih lembut dan cita rasa gurihnya sangat dominan.
Seporsi bubur bakar ini dibanderol dengan harga terjangkau, yakni Rp15 ribu untuk bubur ayam topping telur dan ayam suwir. Sementara bubur bakar ikan cakalang dan jagung manis harganya cuma Rp17 ribu per porsi. Kalau mau yang berbeda, kamu bisa pesan bubur bakar dengan toping tumpang koyor atau otot sapi yang harganya Rp20 ribu per porsi.
Baca Juga: Tim Bubur Diaduk vs Gak Diaduk, Udah Coba Bubur Kuah Semur dan Asinan yang Langka Ini?
Dalam sehari, kedai Bubur Artamar bisa menjual 100 hingga 150 porsi bubur bakar. Kedai ini buka setiap Selasa sampai Minggu dari jam 06.00-10.00 WIB.
Buat kamu yang penasaran, kedai bubur ini berada di Jalan Kartini, kota Tegal, Jawa Tengah. Yuk Cobain!
Artikel Menarik Lainnya:
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: