photo/Pinterest/Instagram/@tiwulinstan_uecho/@kulineratjeh
Kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari peran para pahlawan yang telah gugur di medan juang. Pada waktu itu, mereka harus menempuh perjalanan jauh demi berperang, dengan membawa perbekalan makanan.
Berikut ini lima makanan bekal para pahlawan saat berperang melawan penjajah:
Nasi oyek dikenal pada masa Agresi Militer Belanda 2. Ketika itu, Jenderal Sudirman beserta pasukannya terdesak di dalam hutan, tepatnya di kawasan Kediri dan kehabisan pasokan makanan.
Melihat itu, salah satu pasukan bernama Soepardjo Rustam dari Cilacap membawa makanan nasi oyek yang terbuat dari singkong. Di beberapa tempat, nasi oyek dinamakan Tiwul. Hingga kini, makanan ini masih banyak dijual. Selain enak, terdapat kandungan kalori lebih rendah dari beras dan bisa mengobati sakit maag.
Leughok adalah makanan khas Aceh, dibuat dengan tepung ketan, pisang serta sagu (berureune). Makanan ini merupakan salah satu bekal yang dibawa para pahlawan dari Aceh ketika berperang. Leughok punya kandungan potasium yang dapat mengurangi ketegangan dan penyempitan pembuluh darah dan arteri.
Telur asin dipilih sebagai bekal makanan para pahlawan karena bisa sifatnya yang tahan lama. Kandungan gizi makanan satu ini cukup tinggi, dua kali lipat lebih besar dari telur ayam. Telur asin dikonsumsi untuk meningkatkan metabolisme tubuh dalam medan perang.
Makanan tradisional khas Indonesia ini terbuat dari jagung. Jagung yang digunakan adalah jagung yang sudah tua atau disebut jagung pipil. Nasi jagung ini menjadi bekal yang cukup bermanfaat karena kandungannya sebesar 345 kalori per 100 gram.
Singkong rebus menjadi salah satu makanan pokok yang dikonsumsi masyarakat Indonesia sejak zaman peperangan. Kandungannya terdapat vitamin B-kompleks yang berguna bagi tubuh serta dapat mengatur denyut jantung dan tekanan darah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: