Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 17 JULI 2026 • 11:45 WIB

Bukan Kopi Biasa, Ini Keunikan Rasa Kopi Cublak Suweng

Bukan Kopi Biasa, Ini Keunikan Rasa Kopi Cublak SuwengKopi Cublak Suweng Racikan yang Memadukan Cita Rasa Gayo dan Temanggung. (Rilis Pers)

INDOZONE.ID - Bagi banyak orang di Indonesia, Cublak Suweng lebih dulu dikenal sebagai lagu sekaligus permainan tradisional yang akrab mengiringi masa kecil.

Tapi nama ini sekarang diangkat menjadi inspirasi sebuah varian kopi yang mengusung nilai kebersamaan dan kekayaan budaya Nusantara. 

Baca juga: Nikmati Hangatnya Secangkir Kopi Khas Gayo di Kaki Bukit Pantan Terong

Commercial Director Roemah Koffie Ryo Limijaya menjelaskan bahwa varian kopi Cublak Suweng tersebut merupakan hasil perpaduan biji kopi asal Gayo, Aceh, dengan kopi dari Temanggung, Jawa Tengah. 

Kombinasi kedua daerah penghasil kopi itu dipilih untuk menghasilkan profil rasa yang seimbang, dengan karakter karamel, hazelnut, dan cokelat yang cenderung mudah diterima oleh berbagai kalangan penikmat kopi.

"Cublak Suweng ini merupakan suatu blend kopi yang digabungkan dari keragaman kopi di Aceh, Gayo, digabungkan dengan Temanggung dari daerah Jawa. Nah, sehingga kita bikin taste-nya balance. Karamel, hazelnut, coklat, itu karakter-karakter yang aman," ujarnya berdasarkan keterangan resminya.

Sementara itu, CEO Roemah Koffie Felix TJ menjelaskan bahwa perpaduan kedua jenis biji kopi tersebut dipilih untuk menghadirkan cita rasa yang seimbang. 

"Dengan kurasi rasa ini, kami berharap kopi ini bisa menjadi pintu bagi lebih banyak masyarakat domestik maupun internasional untuk menikmati kopi premium khas Indonesia,” ujarnya. 

Dijelaskan lebih lanjut, biji kopi tersebut juga diproses menggunakan perpaduan metode wet hulled (giling basah) dan natural. 

Kombinasi ini menghasilkan kopi dengan tingkat keasaman yang cenderung rendah, cita rasa earthy yang khas, serta tekstur yang lebih penuh. Karakter tersebut membuatnya cocok dinikmati sebagai kopi hitam maupun diolah menjadi espresso.

Ryo menambahkan, fleksibilitas penggunaan menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan blend tersebut. Menurut dia, pelaku usaha kopi membutuhkan biji yang dapat digunakan untuk beberapa menu tanpa menghilangkan identitas rasa kopi Indonesia.

"Titik tengah inilah yang membuat varian ini bisa dinikmati sebagai black coffee maupun dieksplor sebagai base espresso untuk latte dan berbagai kreasi kopi lainnya,” ujarnya.

Baca juga: Nikmatnya Kopi Gayo, Romansa dari Aceh yang Terbang hingga Turki

Di sisi lain, pendekatan ini juga perlu diimbangi dengan penyampaian informasi mengenai asal-usul serta filosofi yang terkandung di dalamnya, sehingga nilai budayanya tetap terjaga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pers Rilis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bukan Kopi Biasa, Ini Keunikan Rasa Kopi Cublak Suweng

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!