Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 28 OKTOBER 2025 • 10:50 WIB

Bakso Babi di Bantul Viral, Pemerinta Minta Pedagang Cantumkan Label Halal

Bakso Babi di Bantul Viral, Pemerinta Minta Pedagang Cantumkan Label HalalBakso babi di Bantul yang viral. (ANTARA/HO-DMI Ngestiharjo)

INDOZONE.ID - Buntut bakso babi di Bantul yang viral, Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta pedagang bakso maupun makanan lainnya, agar mencantumkan label halal maupun non halal.

Hal tersebut dilakukan guna memberikan informasi yang jelas terkait produk makanan tersebut kepada konsumen.

"Harapan kami terkait dengan penjual bakso di Bantul ataupun penjual makanan yang lainnya harap mencantumkan label halal maupun non halal," kata Wakil Bupati Bantul Aris Suhariyanta di Bantul, Senin (27/10/2025).

Baca juga: Bakso Kepala Singa dan Babi Kukus, Makanan Pembawa Keberuntungan saat Momen Imlek

Seperti yang diketahui, media sosial sempat dihebohkan dengan adanya temuan penjual bakso di wilayah Kelurahan Ngestiharjo, Kasihan, yang produknya mengandung babi.

Penjual bakso tersebut sebelumnya tidak mencantumkan spanduk non halal, namun setelah viral baru dipasang spanduk mengenai informasi kandungan makanan itu.

"Makanya itu (cantumkan label halal) penting, karena kita hidup di Bantul ini memang Bantul yang agamis, apalagi dengan maraknya pedagang bakso dan lain lain di Bantul," sambung Aris.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul Jati Bayu Broto saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa mereka masih menunggu arahan dari instansi terkait warung bakso di Kasihan yang ternyata mengandung babi setelah beberapa tahun berjualan.

"Saya menunggu respon dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan DKUKMPP (Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan) dulu. Ranahnya di organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dulu," ungkap Bayu Broto.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Ngestiharjo Kasihan Bantul Ahmad Bukhori juga mengatakan bahwa warung Bakso Pak Saido tersebut sudah berjualan sejak sekitar tahun 2016. Namun sebelumnya berjualan berkeliling sejak tahun 1999an.

Menurutnya, DMI Ngestiharjo mengetahui bakso tersebut menggunakan bahan baku babi setelah adanya pengaduan yang disampaikan dalam pengajian rutin bulanan organisasinya yang diikuti masyarakat di wilayah kelurahan tersebut.

Baca juga: Viral Wanita Muslim Jualan Bakso Goreng Babi, Netizen Iba: Saking Susahnya Nyari Kerja

Dia mengatakan, sebelum dipasang spanduk tentang label non-halal oleh DMI Ngestiharjo, dukuh dan ketua rukun tetangga (RT) setempat sudah melakukan komunikasi dan pendekatan dengan penjual bakso babi tersebut.

"Penjual hanya memasang tulisan "B2" ukuran kecil kira-kira separuh HVS. Ditempel di gerobak. Itu pun kadang dipasang, kadang tidak. Sehingga banyak umat Muslim yang tidak menyadari bakso tersebut berbahan dasar babi," kata Ngestiharjo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bakso Babi di Bantul Viral, Pemerinta Minta Pedagang Cantumkan Label Halal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!