Penampakan Makanan Geplak dari Bantul (Z Creators/Rahmat Wibowo)
INDOZONE.ID - Di tengah gempuran tren camilan kekinian yang serba viral, ada satu jajanan tradisional yang tetap memikat lewat kesederhanaannya.
Namanya geplak, kudapan manis khas Bantul, Yogyakarta, yang dikenal dengan warna-warna cerah dan rasa legit dari parutan kelapa serta gula.
Sekilas, geplak tampak simpel dengan bentuk bulat pipih, balutan kelapa, dan warna-warna mencolok seperti merah muda, kuning, hijau, atau putih yang langsung menarik perhatian.
Namun di balik penampilannya yang ceria, tersembunyi jejak sejarah panjang dan filosofi lokal yang masih lekat dengan budaya masyarakat Jawa.
Baca juga: Barongko: Kue Pisang Lembut Warisan Kerajaan Bugis yang Kini Terancam Dilupakan
Geplak muncul sebagai makanan rakyat sejak zaman dulu. Bahan dasar geplak sangat mudah ditemukan, yakni kelapa, gula pasir atau gula kelapa, serta pewarna alami untuk memberi tampilan yang menarik.
Dulunya, geplak dibuat sebagai alternatif camilan manis bagi masyarakat pedesaan yang belum memiliki akses terhadap makanan modern.
Parutan kelapa tua yang telah dicampur dengan cairan gula panas kemudian dibentuk sesuai ukuran, lalu didiamkan hingga mengeras dan siap dinikmati.
Seiring berjalannya waktu, geplak menjelma menjadi salah satu ikon kuliner khas Bantul yang kerap dijadikan oleh-oleh oleh para wisatawan.
Tak hanya dijajakan di pasar tradisional, geplak juga banyak ditemukan di toko oleh-oleh sepanjang Jalan Parangtritis atau kawasan Malioboro, Yogyakarta.
Baca juga: Resep Pesmol Gurame ala Paula Tobing dari Sedapur.com
Rasa manis yang kuat menjadi ciri khas geplak. Namun jangan salah, teksturnya tidak sekadar keras seperti permen.
Geplak yang dibuat dengan proporsi tepat justru menghasilkan tekstur yang lembut saat digigit, namun tetap padat.
Wangi kelapa yang harum menyatu dengan rasa gula, menciptakan sensasi yang khas dan autentik, tidak bisa disamakan dengan kudapan manis lain mana pun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Taste Atlas