INDOZONE.ID - Ada banyak sekali tempat yang bisa dikunjungi untuk berlibur, berwisata, melepas penat, atau sekedar bercengkrama.
Tapi tahukah kamu ada berbagai tempat di dunia ini yang justru berbahaya jika dikunjungi. Jangankan untuk berlibur, untuk pergi kesana saja sudah merupakan kesalahan fatal.
Hindarilah berpikir bahwa tempat tersebut layak untuk dikunjungi karena tempat tersebut bisa saja merenggut nyawamu dalam sekejap.
Apa saja tempat-tempat tersebut? Simak beberapa tempat ekstrim dan dilarang dikunjungi berikut.
1. Vale do Javari, Brasil
Vale do Javari adalah sebuah daerah luas di Amazonas, Brasil. Daerah ini merupakan rumah bagi berbagai suku pribumi, seperti suku Matis, suku Marubo, suku Kanamari, suku Kulina, dan beberapa suku lainnya.
Suku-suku ini hidup secara tradisional di wilayah hutan hujan Amazon dan mempertahankan cara hidup mereka yang terikat erat dengan alam, memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan dan memiliki kepercayaan dan budaya mereka sendiri.
Vale do Javari memiliki salah satu populasi suku pribumi terbesar di Brasil. Daerah ini dianggap sebagai salah satu kawasan dengan keragaman budaya yang luar biasa di Amazonas.
Kehadiran suku-suku ini juga menjadi fokus bagi berbagai upaya konservasi dan perlindungan lingkungan di wilayah Amazon yang sangat penting secara ekologis.
2. Pulau Sentinel Utara, Kepulauan Andaman
Pulau Sentinel Utara di Kepulauan Andaman dan Nicobar di Samudra Hindia dihuni oleh Suku Sentinel, yang juga dikenal sebagai suku Sentinelese.
Mereka adalah salah satu dari beberapa suku yang masih hidup secara terisolasi dari dunia luar dan memiliki sedikit atau tidak ada kontak dengan masyarakat modern.
Suku Sentinel telah hidup di pulau tersebut secara tradisional selama ribuan tahun dan mempertahankan cara hidup mereka yang terkait erat dengan alam, dengan minimnya interaksi dengan orang luar.
Pemerintah India telah mengumumkan bahwa wilayah tersebut merupakan zona terlarang dan melarang siapapun untuk mendekati pulau tersebut demi melindungi Suku Sentinel dari paparan penyakit dan interaksi yang dapat membahayakan mereka.
Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi keberlangsungan hidup, budaya, dan kehidupan tradisional mereka. Selain risiko kesehatan, ada potensi bahaya fisik yang signifikan.
Suku Sentinel dikenal sangat menjaga wilayah mereka dan telah menunjukkan sikap yang agresif terhadap siapapun yang mencoba mendekati pulau mereka. Beberapa orang yang mencoba masuk ke wilayah tersebut telah mengalami kekerasan, bahkan adapula yang sampai tewas.
Jadi, mencoba memaksa atau melanggar larangan untuk mengunjungi wilayah Suku Sentinel bukan hanya ilegal, tetapi juga sangat berbahaya bagi keselamatan dan keberlangsungan hidup mereka serta dapat memiliki konsekuensi yang serius bagi orang yang mencoba masuk ke wilayah tersebut.
3. Zone Rouge, Prancis
Area ini dulunya merupakan tempat pertempuran selama Perang Dunia I. Area ini tersebar di berbagai bagian Prancis, terutama di utara dan timur negara tersebut, termasuk di sekitar daerah perbatasan dengan Belgia dan Jerman.
Zona ini meliputi beberapa daerah yang mengalami kerusakan parah akibat pertempuran, ledakan senjata, dan penggunaan senjata kimia selama perang, termasuk Verdun dan sebagian besar Departemen Meuse, serta wilayah-wilayah di Champagne-Ardenne, Alsace-Lorraine, dan beberapa daerah lainnya.
Kebanyakan wilayah yang masuk Zone Rouge adalah daerah yang terkena dampak langsung dari pertempuran, sehingga mengalami kerusakan besar dan terdapat sisa-sisa senjata, bahan peledak, dan kontaminasi kimia yang masih berbahaya hingga saat ini.
Dampak yang mungkin bisa ditimbulkan jika kamu tetap memaksa untuk mengunjungi tempat ini, adalah terkontaminasi bahan kimia dan bahan peledak, serta kesehatan yang terancam.
Writer: Putri Octavia Saragih
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Travelandleisure.com