Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 22 OKTOBER 2025 • 17:15 WIB

Gua Harimau, Suara Sunyi dari Masa Lalu yang Diminta Fadli Zon untuk Dijaga Bersama

Gua Harimau, Suara Sunyi dari Masa Lalu yang Diminta Fadli Zon untuk Dijaga BersamaGua Harimau. (Kemenbud)

INDOZONE.ID - Gua Harimau di Sumatra Selatan salah satu situs bersejarah yang perlu dilestarikan. Kondisinya cukup memprihatinkan dan sunyi.

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menjelaskan pentingnya melestarikan situs-situs prasejarah yang ada di Indonesia, termasuk Situs Gua Harimau, di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan.

Dalam melestarikan situs-situs prasejarah, Menbud mendorong peneliti dan arkeolog untuk melakukan penelitian sekaligus memanfaatkan teknologi mutakhir untuk meneliti temuan bersejarah.

“Mungkin nanti kita bisa lakukan sebuah ekspedisi, ekskavasi, termasuk juga pendalaman terhadap penelitian yang ada di gua ini, sehingga kita bisa mendapatkan informasi yang lebih utuh. Untuk Gua Harimau sendiri, kita perlu melakukan satu carbon dating (penanggalan radiokarbon) terhadap lukisan gua, sehingga kita tahu persis berapa usianya," kata Menbud dalam keterangan yang diterima di Jakarta, dilansir ANTARA.

Fadli saat melakukan peninjauan Situs Gua Harimau menegaskan upaya Kementerian Kebudayaan dalam menguatkan posisi museum dan situs budaya sebagai etalase budaya Indonesia.

Baca juga: 7 Destinasi Wisata Paling Populer di Lebanon: Dari Reruntuhan Romawi Megah Hingga Gua Ajaib!

Sisa-sisa Gua Harimau

Ia juga menerangkan bahwa Situs Gua Harimau merupakan situs arkeologi yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia.

Sebab, artefak-artefak yang ditemukan di area situs menunjukkan bahwa Situs Gua Harimau adalah bagian dari perjalanan peradaban di Ogan Komering Ulu.

“Di sini banyak temuan-temuan, baik fosil tulang manusia, ada 82 sejauh ini yang ditemukan, itu masih relatif di permukaan. Dan juga ada gambar-gambar lukisan di dinding gua purba, atau yang disebut sebagai cave painting atau rock art,” jelasnya.

Baca juga: Wisata Gua Alam Londa, Pemakaman Tradisional dengan Kisah Cinta Romeo dan Juliet dari Toraja Utara

Libatkan BRIN

Fadli menyebutkan sejumlah temuan tersebut merupakan hasil dari penelitian yang pernah dilakukan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) yang kini sudah bergabung dalam BRIN.

“Penemuan di sini menjelaskan penghuni gua lebih tua dari komunitas Austro Melanesia, dan juga banyak ditemukan artefak logam tertua yang terdokumentasi, seperti kapak corong perunggu, temuan besi, batu, dan juga berbagai macam artefak lain,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menciptakan ekosistem yang berkelanjutan antara museum dan situs prasejarah agar dapat menjadi wadah pengembangan budaya bagi masyarakat sekitarnya.

“Museum yang sudah lama harus kita lakukan aktivasi. Kita bisa melakukan aktivitas-aktivitas di sini, seperti pameran kontemporer dan juga kegiatan-kegiatan lain,” tutup Menbud Fadli.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Gua Harimau, Suara Sunyi dari Masa Lalu yang Diminta Fadli Zon untuk Dijaga Bersama

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!