INDOZONE.ID - Gudeg adalah salah satu makanan tradisional khas Yogyakarta yang telah menjadi ikon kuliner daerah tersebut.Meskipun gudeg bisa ditemukan di wilayah lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, Yogyakarta berhasil membangun ciri khas yang kuat melalui makanan berbahan dasar nangka muda ini.
Memiliki cita rasa manis, warna cokelat tua hingga kemerahan, serta kekentalan santan (areh) menjadi ciri khas gudeg Yogyakarta. Biasanya gudeg disajikan bersama lauk pelengkap seperti ayam, tahu, telur, atau tempe bacem. Ditambah sajian sambal goreng krecek dan areh, kombinasi ini menciptakan rasa gurih-manis yang unik dan telah menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam penyajiannya.
Baca juga: Rating Tertinggi di Google Maps, Gudeg Bu Yati 99 di Depok Punya Rasa Kuah Opor Krecek yang Gurih
Berdasarkan proses memasaknya, gudeg mempunyai dua jenis, yakni gudeg kering dan gudeg basah. Proses membuat gudeg memerlukan waktu berjam-jam untuk menghasilkan rasa dan warna yang khas, sekaligus lebih tahan lama. Selain berbahan dasar nangka muda (gori), ada juga variasi gudeg yang menggunakan rebung sebagai bahan dasar.
Gudeg diperkirakan sudah dikenal sejak abad ke-16 atau abad ke-17. Meskipun keberadaan awal mula gudeg belum dipastikan sepenuhnya, makanan ini sudah dikenal jauh sebelum Kesultanan Yogyakarta berdiri. Dalam Serat Centhini juga diceritakan bahwa gudeg sudah menjadi makanan yang dijual para penjaja saat acara keramaian yang dilengkapi pertunjukan wayang, serta sebagai hidangan untuk menjamu para tamu di wilayah pedesaan Jawa.
Baca juga: Gudeg Pedes Mbah Jo, Kuliner Malam Jogja yang Bikin Nagih!
Seiring berjalannya waktu, keberadaan gudeg di Yogyakarta berkembang menjadi daya tarik wisata kuliner. Salah satunya terlihat di kawasan Wijilan yang kini dikenal sebagai “Sentra Makanan Khas Gudeg” dan banyak dikunjungi wisatawan.
Dari sejarah panjang hingga kelezatan cita rasanya, gudeg tidak hanya menjadi sebuah makanan, tetapi juga simbol budaya dan identitas kuliner Yogyakarta yang terus hidup hingga saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kebudayaan.jogjakota.go.id