Earphone Garuda boleh dibawa pulang. (AI/Gemini)
INDOZONE.ID - Garuda Indonesia dikenal sebagai salah satu maskapai penerbangan terbaik di Tanah Air. Selain aman, Garuda juga menawarkan kenyamanan melalui berbagai fasilitas untuk para penumpang sesuai tiket masing-masing.
Dalam penerbangan, maskapai biasanya memberikan barang-barang untuk dipakai penumpang selama perjalanan. Sebut saja, earphone, headphone, selimut, dll.
Earphone Garuda boleh dibawa pulang. (Garuda Indonesia)
Namun, apakah barang-barang tersebut dapat dibawa pulang oleh penumpang. Setiap maskapai punya kebijakan masing-masing, INDOZONE akan membahas secara umum.
Yuk, simak barang-barang apa saja yang tidak boleh dibawa pulang oleh penumpang pesawat.
Baca juga: Aturan Bagasi Pesawat: Apa Saja Barang yang Dilarang dan Alasannya?
Selimut dari pesawat biasanya akan dikembalikan ke pramugari atau diamkan di tempat duduk setelah penerbangan usai. Jangan mencoba membawanya pulang jika tidak mau terkena masalah.
Bantal pun tidak untuk dibawa pulang oleh penumpang pesawat, seperti selimut. Tinggalkan bantal di tempat duduk, untuk diamankan oleh pramugari.
Setiap produk kebersihan di kamar mandi, digunakan untuk kebutuhan bersama. Kamu tidak boleh membawa pulangnya kecuali jika tidak masalah mengikutsertakan banyak kuman ke rumah.
Kartu keselamatan bisa ditemukan di setiap bangku pesawat. Meski terlihat aman untuk dibawa pulang, buku panduan ini merupakan milik maskapai yang jadi referensi bagi penumpang lainnya.
Apalagi, kartu keselamatan jadi panduan bagi para penumpang jika situasi darurat terjadi dalam penerbangan.
Jaket pelampung merupakan salah satu barang untuk menunjang kehidupan penumpang dalam situasi darurat. Menilik nilainya yang krusial, jaket pelampung harus selalu ada di setiap tempat duduk.
Jika membawa pulang jaket pelampung hanya demi kepentingan pribadi, kamu secara tidak langsung bisa mencelakai orang lain dalam situasi darurat.
Baca juga: Kenali Jenis-jenis Tiket Pesawat: Mana yang Paling Worth It?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rough Maps