Tuntang-Tungkek merupakan saluran air dengan banyak tangga yang berbentuk seperti ular memanjang.
Bangunan ini menjadi salah satu peninggalan bersejarah pada masa penjajahan Belanda. Lokasinya berada di sebelah Timur Taman Narmada.
Saluran Tuntang-Tungkek membentangi dua desa di Lombok Barat. Mulai dari ujung utara Taman Narmada sampai ujung timur Desa Peresak.
Saluran ini berfungsi untuk menyuplai air ke perkampungan yang konon katanya kekurangan air pada masa itu.
Diketahui bahwa saluran ini dibangun menggunakan beton dengan panjang mencapai 200 meter.
Baca juga: Dulunya Tak Terurus, Kini Kolong Tol Becakayu Jadi Lahan Urban Farming
Ikon Wisata
Tuntang-Tungkek atau lebih dikenal dengan tangga seribu oleh masyarakat di luar Narmada sekarang menjadi salah satu ikon paling dikunjungi oleh masyarakat Lombok.
Pasalnya saluran air ini masih sangat otentik karena tidak ada perubahan sejak pertama kali dibangun. Nggak cuma itu, nilai sejarah pada saluran tersebut juga menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Saluran air ini juga masih dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mengalirkan air dari sungai yang berada di sebelah utara bangunan menuju bagian selatan wilayah perkampungan.
Baca juga: 6 Fakta Menarik Pasar Tanah Abang, Ternyata Dulunya Tempat Jualan Kambing
Saluran air ini juga berfungsi sebagai irigasi suplai air bagi sawah-sawah yang ada di sekitar bangunan saluran Tuntang-Tungkek.
Artikel Menarik Lainnya:
- Intip Wajah Baru Theater JKT48 di Jakarta, Megah Banget Serasa di Kerajaan!
- Kue Shian Tou: Kue Teratai Khas Imlek untuk Para Dewa, Enggak Banyak Diketahui Orang
- Sekte Baru! Soto Dicampur Nutrisari Jeruk, Makanan Aneh Viral di Semarang, Piye Rasane?
- Pasar Tanah Abang Diserbu Pembeli, Penampakannya Bak Lautan Manusia!
- H-5 Jelang Lebaran, Pasar Tanah Abang Masih Dipadati Pengunjung
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: