Senin, 06 JULI 2026 • 18:30 WIB

7 Tempat yang Dilarang Dikunjungi di Indonesia, Kamu Pernah ke Sini?

Author

Tempat yang Dilarang Dikunjungi di Indonesia (Foto:X/@BanyuwangiTourism)

INDOZONE.ID - Pernakah kamu melihat beberapa tempat di Indonesia yang sangat indah pemadangannya, tetapi justru tidak boleh dikunjungi? 

Yaps memang ada beberapa tempat di Indosenesia memiliki aturan ketat untuk para pengunjung bahkan dilarang karena berbagai alasan.

Larangan tersebut bukan dibuat tanpa sebab, melainkan untuk melindungi manusia, lingkungan, dan nilai penting yang ada di dalamnya.

Sebelum nekat datang hanya karena viral atau rasa penasaran, berikut 7 tempat yang dilarang dikunjungi di Indonesia dan alasan kenapa aksesnya sangat dibatasi: 

1. Kawah Ijen

Kawah Ijen sangat dikenal sebagai salah satu destinasi alam paling memukau di Indonesia dengan danau berwarna biru toska dan panorama yang sangat fotogenik. 

Namun, di balik keindahannya, kawasan ini menyimpan risiko besar sehingga tidak aman untuk dikunjungi sembarangan.

 Air kawahnya memiliki tingkat keasaman yang sangat tinggi, bahkan disebut bisa mencapai pH 0, sehingga sangat berbahaya jika tersentuh langsung atau jika seseorang terjatuh ke dalamnya.

Selain itu, kawasan sekitar kawah juga mengandung gas belerang dengan bau menyengat yang dapat menyebabkan sesak napas, pusing, hingga pingsan jika terhirup dalam jumlah banyak.

Nah, karena alasan inilah, Kawah Ijen termasuk kawasan yang harus dikunjungi dengan sangat hati-hati dan tidak boleh dimasuki ke area berbahaya tanpa izin maupun pendampingan petugas.

2. Pulau Sempu, Malang

Pulau Sempu di Malang dikenal memiliki pemandangan alam yang indah, asri, dan masih sangat terjaga.

Namun, kawasan ini bukan destinasi wisata yang bisa dikunjungi secara bebas oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pasalnya, Pulau Sempu berstatus sebagai cagar alam sehingga aktivitas di dalamnya sangat dibatasi untuk menjaga kelestarian ekosistem. 

Jika ingin masuk ke kawasan ini, pengunjung harus memiliki izin resmi dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam atau BBKSDA Jawa Timur.

3.Pulau Gilimotang, Nusa Tenggara Timur

Pulau Gilimotang di Nusa Tenggara Timur sekilas terlihat tenang dengan hamparan tanah kering dan laut biru yang mengelilinginya.

Namun, pulau ini termasuk kawasan yang tidak bisa dimasuki sembarangan karena masih menjadi bagian dari Taman Nasional Komodo dan habitat alami komodo liar.

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Indonesia Terbaik untuk Solo Traveling, Sekali Datang Bikin Ketagihan!

Berbeda dari Pulau Komodo atau Rinca yang memiliki jalur wisata resmi, Gilimotang tidak memiliki penginapan, pemandu, maupun penduduk tetap sehingga aksesnya sangat dibatasi.

Larangan ini dibuat untuk menjaga habitat komodo tetap alami sekaligus melindungi manusia dari risiko serangan satwa liar yang bisa berbahaya.

4. Candi Gedong Songo Semarang 

Candi Gedong Songo di Kabupaten Semarang dikenal sebagai destinasi bersejarah yang menyimpan pesona alam sekaligus cerita mistis di balik namanya.

Meski disebut memiliki sembilan candi, sebagian masyarakat percaya ada area tertentu yang tersembunyi dan tidak boleh dimasuki sembarangan karena dianggap sakral.

Larangan ini juga berkaitan dengan kepercayaan lokal, termasuk mitos tentang candi kesembilan yang konon tidak bisa dilihat oleh sembarang orang.

Selain itu, beberapa bagian kawasan candi masih digunakan untuk ritual keagamaan, sehingga pengunjung perlu menghormati batasan yang ada dan tidak nekat memasuki area terlarang.

5. Pulau Kimaam 

Pulau Kimaam yang berada di ujung selatan Papua dikenal sebagai salah satu wilayah yang sulit dijangkau dan masih sangat kuat menjaga adat istiadat masyarakat aslinya.

Tempat ini tidak bisa dimasuki sembarangan orang karena ada batas-batas wilayah adat yang dianggap sakral dan harus dihormati oleh orang luar.

Bagi masyarakat setempat, Pulau Kimaam bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga bagian dari kehidupan serta warisan leluhur.

Selain aturan adat yang ketat, kawasan ini juga memiliki ekosistem alami yang perlu dijaga, sehingga akses ke beberapa area sangat dibatasi demi melindungi budaya dan kelestarian alamnya.

6. Pulau Rando 

Pulau Rondo yang terletak di Aceh dikenal sebagai salah satu titik terluar Indonesia yang berada di ujung barat dan posisinya sangat strategis di dekat jalur perairan internasional.

Pulau ini bukan tempat wisata yang bisa dimasuki sembarangan karena berkaitan langsung dengan keamanan dan pertahanan negara. 

Baca juga: Melacak Jejak Masa Lalu: 4 Tempat Wisata Sejarah di Bogor yang Edukatif dan Ramah Anak!

Dalam kawasan ini terdapat pengawasan ketat untuk memantau aktivitas di sekitar perairan, sehingga siapa pun yang datang tanpa izin resmi bisa berhadapan dengan aparat.

Selain aksesnya terbatas, kondisi alam Pulau Rondo juga cukup ekstrem dengan ombak tinggi, angin kencang, minim fasilitas, dan sinyal yang sulit dijangkau.

7.Goa Jepang Bandung 

Goa Jepang di Bandung merupakan peninggalan masa pendudukan Jepang yang dibangun sekitar tahun 1942 sebagai tempat perlindungan dan persembunyian tentara.

Setelah Indonesia merdeka, goa ini sempat terbengkalai dan dipenuhi semak sebelum akhirnya dikenal sebagai salah satu destinasi wisata sejarah.

Namun,karena suasana goa yang gelap, lembap, dan menyimpan cerita masa perang membuat tempat ini sering dikaitkan dengan aura mistis.

Sejumlah cerita tentang suara teriakan hingga penampakan tentara Jepang membuat sebagian wisatawan memilih menghindarinya, meski kawasan ini tetap menarik bagi pencinta sejarah dan wisata bernuansa horor.


 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/singkat Cerita

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU