Gua Maria Lourdes Kediri. (Dewi Kania/Z Creators)
INDOZONE.ID - Destinasi wisata di Kediri rasanya masih kurang terekspos di media sosial. Padahal, ada satu wisata religi di Kediri, tepatnya di kaki Gunung Wilis, yang bisa disebut sebagai hidden gem.
Ya, di kaki Gunung Wilis terdapat sebuah gereja tua bernama Gereja Puhsarang yang terkenal akan ketenangan dan suasananya yang sejuk. Lokasinya jauh dari hiruk pikuk perkotaan, sehingga membuat wisatawan merasakan kedamaian saat berkunjung ke sana.
Gereja Puhsarang bukan sekadar tempat ibadah umat Katolik, tetapi juga memiliki sejarah dan arsitektur unik yang digemari wisatawan. Bahkan, gereja ini memiliki peran sosial yang menjadikannya sebagai salah satu destinasi religi-budaya paling menarik di Jawa Timur.
Tak heran jika gereja ini ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat libur Natal dan Tahun Baru. Begitu pula saat Paskah, libur Tahun Baru, serta malam Jumat Legi.
Pada momen-momen tersebut, Gereja Puhsarang terasa lebih hidup dan penuh toleransi antar pengunjung. Wisatawan datang dari berbagai kota dengan latar belakang suku, etnis, dan agama yang beragam.
Baca juga: Menakjubkan! 5 Gereja Terindah di Dunia yang Wajib Dikunjungi
Gereja Puhsarang Kediri. (Dewi Kania/Z Creators)
Menilik sejarahnya, gereja ini dirancang oleh Romo Wolterus Westerbeek, SJ, seorang imam Jesuit yang memiliki minat besar pada arsitektur dan budaya Jawa. Menariknya, ia tidak membangun gereja bergaya Eropa, melainkan mengadopsi arsitektur Majapahit dan Nusantara.
Gereja Puhsarang dibangun menggunakan batu bata merah, punden berundak, serta struktur menyerupai candi Jawa. Elemen-elemen tersebut mencerminkan simbol inkulturasi iman Katolik dengan budaya lokal.
Jika dilihat secara kasat mata, bangunan gereja ini memang berbeda dari gereja pada umumnya. Tidak ada bangunan tinggi yang menjulang, melainkan menyatu dengan tanah dan lanskap sekitarnya. Desain ini melambangkan kerendahan hati serta kedekatan manusia dengan Sang Pencipta, konsep yang juga dikenal dalam filosofi Jawa.
Meski merupakan rumah ibadah umat Katolik, area kompleks Gereja Puhsarang sangat luas. Di sini terdapat Gereja Tua Puhsarang, Gua Maria Lourdes, Plaza Santa Maria, Jalan Salib Bukit Golgota, Pondok Rosario Nazareth, hingga Pasar Rosario yang dikelola UMKM warga setempat.
Pasar Rosario menjadi pusat UMKM yang menjual berbagai jajanan tradisional, jamu, kopi lokal, kerajinan tangan, hingga suvenir rohani.
Keberadaan Pasar Rosario menjadikan gereja ini tidak hanya sebagai pusat spiritual, tetapi juga spot belanja yang menarik, terutama saat musim liburan.
Salah satu area paling terkenal di Gereja Puhsarang adalah Gua Maria Lourdes. Tempat ini menjadi lokasi devosi utama umat Katolik, sekaligus ruang doa dan permohonan yang tenang serta tertata rapi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan